Peneliti Belanda Jadi Sorotan karena Berkali-Kali Akurat Prediksi Gempa
Hoogerbeets mengumumkan prediksinya melalui akun Twitternya. Dia mengatakan dirinya membuat prediksi berdasarkan sejarah dari negara tersebut.
Seorang peneliti di Belanda mendapat sorotan karena berhasil memprediksi gempa bumi beberapa kali.
Dia memprediksi akan terjadi banyak gempa bumi di kawasan Timur Tengah. Prediksinya terbukti benar setelah gempa berkekuatan 5,3 SR terjadi di Mesir pada Rabu (26/04) malam.
Peneliti tersebut bernama Frank Hoogerbeets. Gempa di Mesir terjadi beberapa pekan setelah Hoogerbeerts mengatakan beberapa gempa bumi akan dirasakan di wilayah itu mulai dari 22 Maret.
Hoogerbeets mengumumkan prediksinya melalui akun Twitternya. Dia mengatakan dirinya membuat prediksi berdasarkan sejarah dari negara tersebut.
“Orang-orang bertanya kepada saya apakah gempa besar akan terjadi di Lebanon atau bahkan Mesir, dan saya mengatakan pada akhirnya ya, karena jika kita melihat sejarah negara-negara ini, mereka terpapar aktivitas seismik yang hebat," ujar Hoogerberts, seperti dilansir laman Al Arabiya, Kamis (27/4).
Cuitan dihapus
"Tetapi tidak mungkin untuk katakan dengan pasti berdasarkan aktivitas baru-baru ini apakah itu akan terjadi pekan depan atau dalam 5 atau 10 tahun, tidak ada yang benar-benar tahu," tambahnya.
Cuitannya yang memicu ketakutan global kini telah dihapus dari Twitter.
Menurut Institut Riset Astronomi dan Geofisika Nasional Mesir (NRIAG), gempa melanda Yunani yang dirasakan di beberapa wilayah Mesir.
Sejak itu, beberapa gempa dilaporkan terjadi di Mesir sejak prediksi Hoogerbeets.
Sebelumnya dia juga meramalkan Turki dan Suriah akan dilanda gempa dahsyat sebelum gempa benar-benar terjadi pada 6 Februari.
Hoogerbeets menjadi berita utama internasional setelah gempa berkekuatan 7,8 melanda Turki dan Suriah tiga hari setelah dia memperkirakannya.
Ribuan orang tewas dalam gempa yang menghancurkan seluruh bangunan dan menyebabkan ratusan orang kehilangan tempat tinggal.
Reporter magang: Yobel Nathania
(mdk/pan)