LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pendukung Trump dan Clinton saling unfriend di Facebook

Beda pendapat membuat perang di Facebook dan kemudian memunculkan aksi saling 'unfriend'. Hal ini disebut salah satu fenomena di AS lantaran bisa menyebabkan buruknya kesehatan mental calon pemilih.

2016-11-08 11:38:24
Pemilu Amerika Serikat
Advertisement

Berbeda pendapat dalam hal memilih calon presiden tentunya hal yang wajar. Bertengkar karena hal tersebut juga sudah biasa. Namun sampai jadi musuh karena beda pendapat, hal ini sebaiknya jangan sampai terjadi.

Namun hal tersebut malah terjadi pada pendukung dua calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Hillary Clinton. Pendukung keduanya malah saling bermusuhan di jejaring sosial, Facebook.

Dikutip dari marketwatch.com, Senin (7/11), Facebook sebagai sosial media terbesar abad ini menyebutkan jelang pemilihan presiden AS 2016, sedikitnya lebih dari 5,3 miliar orang mengunggah gambar, berbagi 'like', komentar dan saham. Tak hanya itu, hampir 110 juta orang AS ikut berpartisipasi dalam debat daring yang dilakukan sejak Januari hingga Oktober.

Advertisement

Gara-gara berbeda pendapat dalam debat inilah, yang awalnya teman malah berubah menjadi musuh. Para penggemar media sosial pun jadi berada di ujung spektrum politik. Mereka saling klik 'unfriend' di Facebook, yang menyebabkan permusuhan dimulai.

Unfriend sendiri adalah tombol untuk 'tidak berteman' di Facebook. Biasanya unfriend digunakan lantaran tidak menyukai orang tersebut menjadi teman kita lagi.

"Satu kali klik untuk 'unfriend' bakal memberi seseorang banyak kepuasan, bahkan sebelum Anda melangkah ke dalam kotak suara," ujar pekerja sosial Christopher Shea.

Advertisement

Menurut dia, para pengguna sosial media tidak lagi saling berteman dengan pendukung rival akan memberikan kesempatan untuk melatih keyakinan, calon yang bakal dipilih. Dari data yang dia miliki, Shea menyebutkan sedikitnya 7 persen dari pemilih melaporkan mengakhiri pertemanan karena pemilihan presiden tahun ini.

"Dari pendukung Partai Demokrat, paling tidak 9 persen yang mengaku meng-unfriend temannya, sementara dari Partai Republik sekitar 6 persen," ungkap Shea.

Para pendukung mengatakan pada pemilihan presiden terdahulu, meski berbeda pendapat dengan temannya, namun mereka tetap bersahabat seperti biasa. Namun, untuk tahun ini dua per tiga pemilih menyebutkan sebagai masa buruk dalam berteman.

Banyaknya sahabat jadi musuh lantaran pemilu 2016 ini, disebut-sebut sebagai fenomena besar. Pasalnya bisa menyebabkan kesehatan mental terganggu mengingat hubungan sosial yang tak lagi harmonis.

"Jika tidak ada lagi 'fitur toleransi' yang tersisa dalam hubungan tersebut, maka Anda hal itu akan berdampak pada kesehatan Anda sendiri yang membuat Anda menjadi depresi," kata seorang psikolog dari Universitas Massachusetts Amherst, Susan Krauss Whitbourne.

Kendati kasus seperti ini banyak terjadi, masih ada masyarakat yang bijak menanggapinya, salah satunya Joan O'Sullivan Jones, ibu dua anak di New York.

"Saya tidak berpikir sosial media bisa membantu dalam pemilihan ini. Banyak orang terlalu hiperbola sampai menyerang lawannya, dan sangat sedikit dari mereka bisa menulis hal yang bijaksana dalam pemikirannya. Saya pikir hal tersebut malah menjadikan mereka picik dalam berpikir dan bertindak," ujarnya.

"Setelah pemilihan, kita masih akan terus hidup satu sama lain. Jika Anda memiliki teman-teman dari kedua pihak yang berbeda, tentunya bagus untuk kehidupan Anda, akan lebih seimbang. Saya harap kita bisa lebih berpikir ke depan, tanpa harus saling 'unfriend'," pungkasnya.

Pemilu Amerika Serikat akan digelar Selasa, 8 November 2016 waktu setempat. Kedudukan dua calon presiden saat ini terpantau sangat ketat. Jika salah satu menang, diperkirakan perolehannya hanya sedikit.

(mdk/che)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.