Pendukung Kurdi dihajar pengawal Erdogan saat demo di AS
Sembilan demonstran dikabarkan terluka. Dua orang diduga provokator ditangkap.
Kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Washington DC, Amerika Serikat, diwarnai insiden. Aksi unjuk rasa dilakukan pendukung Kurdi digelar di kediaman Duta Besar Turki berujung bentrokan dengan pengawal Erdogan.
Menurut saksi mata, bentrokan dimulai ketika pengawal keamanan menyerang para pendemo pendukung partai PYD Kurdi di luar kediaman dubes. Kabarnya Erdogan tengah berada dalam gedung saat kejadian.
Akibat insiden itu, sembilan orang dilaporkan terluka sementara dua orang lain dianggap provokator ditangkap oleh pihak berwenang.
"Sembilan orang terluka. Dua di antaranya menderita luka parah sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans. Petugas darurat dipanggil ke lokasi kejadian sekitar pukul 16.30," kata juru bicara Pemadam Kebakaran dan Layanan Kesehatan Darurat, Doug Buchanan, seperti dilansir dari laman the Guardian, Rabu (17/5).
Sementara itu, juru bicara Kepolisian Metropolitan, Dustin Sternbeck, mengungkapkan bahwa bentrokan terjadi antara satu kelompok dengan kelompok lain. Namun dia enggan memberi rincian peristiwa itu.
"Bentrokan terjadi antara dua kelompok. Dua orang telah ditangkap karena diduga menjadi provokator, salah satu di antaranya bahkan melakukan penyerangan kepada seorang petugas polisi," kata Sternbeck.
Sebagai informasi, bentrokan unjuk rasa itu terjadi di hari yang sama saat Erdogan bertemu Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Kedua pemimpin negara bertemu untuk memperkuat hubungan negara yang sempat renggang.
Erdogan sebelumnya mendesak AS agar berhenti memberikan senjata milisi Kurdi. Pada pertemuan itu, keduanya mencoba untuk menekan perbedaan pendapat demi memperbarui aliansi kunci antara NATO dengan Turki.