Pendeta Katolik menghilang jelang kunjungan Paus Fransiskus ke Bangladesh
Pendeta Katolik menghilang jelang kunjungan Paus Fransiskus ke Bangladesh. Rosario tinggal di sebuah desa bagian utara Bangladesh yang seringkali diteror oleh kelompok ekstremis. Tahun lalu, di desanya tersebut ada tersangka ekstremis yang menjarah sebuah toko kelontong dan melakukan kekerasan hingga pemiliknya tewas.
Seorang pendeta Katolik di Bangladesh menghilang selang sehari sebelum kunjungan penting Paus Fransiskus ke negara tersebut. Pendeta Walter William Rosario (40 tahun) yang berencana melaksanakan misa bersama dengan Paus itu diduga telah diculik.
"Dia telah hilang sejak Senin malam. Ponselnya juga dimatikan," kata polisi setempat, Biplob Bijoy Talukder, dikutip dari laman Straits Times, Rabu (29/11).
Simak pula alkitab online di Merdeka.com.
Rosario tinggal di sebuah desa bagian utara Bangladesh yang seringkali diteror oleh kelompok ekstremis. Tahun lalu, di desanya tersebut ada tersangka ekstremis yang menjarah sebuah toko kelontong dan melakukan kekerasan hingga pemiliknya tewas.
Saat ini proses pencarian terhadapnya tengah dikerahkan. Namun kepergian Rosario itu membuat warga Katolik di wilayah tersebut sangat khawatir. Banyak di antara jemaatnya tidak lagi bersemangat untuk menghadiri misa bersama Paus setelah mendengar kabar ini.
"Dia mengorganisir sekitar 300 umat Katolik untuk pergi ke Dhaka untuk bertemu dengan Paus dan menghadiri misa. Namun kepergiannya telah merusak kegembiraan jemaat. Mereka tidak lagi ingin pergi ke Dhaka setelah mendengar kabar ini," ungkap seorang uskup kota di Rajshahi, Gerves Rosario.
Selama proses pencarian, pihak keluarga sempat menerima telepon dari seseorang yang menggunakan nomor Rosario untuk meminta tebusan. Namun polisi yakin ini hanya tipuan.
Polisi belum memastikan apakah penculikan ini ada kaitannya dengan sebuah kelompok ekstremis yang telah beroperasi di wilayah tersebut selama empat tahun terakhir.
Paus sendiri dijadwalkan tiba di Bangladesh besok setelah sebelumnya melawat ke Myanmar untuk bertemu dengan jemaat Katolik, pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, kepala militer, serta pemimpin biksu setempat. Ini merupakan kunjungan pertama pemimpin Gereja Katolik ke Bangladesh dalam 31 tahun terakhir.