Pemerkosa remaja berkedok ritual adat di Malawi, dicokok polisi
Pria ini mengidap HIV positif dan telah memerkosa lebih dari 100 remaja perempuan dengan kedok pembersihan diri.
Eric Aniva ditangkap oleh kepolisian Malawi lantaran melakukan hubungan seks dengan lebih dari 100 remaja perempuan sebagai bagian dari ritual pembersihan diri. Penangkapan Aniva sendiri disuruh langsung oleh Presiden Malawi Peter Mutharika.
Menurut Mutharika, perbuatan Aniva sangat keji. Pasalnya, pria ini terbukti mengidap HIV positif dan dia melakukan hubungan seks tanpa menggunakan alat kontrasepsi.
Dikutip dari The Guardian, Rabu (27/7), Aniva mengaku sebagai pekerja seks yang dibayar, atau dikenal dengan sebutan 'hyena'. Dia juga menyebutkan dirinya disewa oleh keluarga dan juga para sesepuh desa di selatan Malawi untuk berhubungan seks dengan gadis-gadis muda.
"Ini bagian dari ritual. Saya berhubungan seks dengan gadis-gadis muda setelah mereka mencapai pubertas," ujarnya.
Dalam sebuah pernyataan, Presiden Malawi menyebutkan apa yang diucapkan Aniva tidak bisa diterima.
"Dia melakukan pelanggaran, kejahatan dengan kedok ritual tradisional," ucap sang presiden.
Inspektur Kepolisian Umum Malawi Lexten Kachama menyebutkan, Aniva ditangkap dan didakwa dengan beberapa kasus kejahatan yang kotor. Dia juga mengungkapkan dugaan sebagian besar orang melakukan hubungan seks dengan anak-anak di bawah umur, berkedok ritual tradisional.
Sementara itu, pengacara hak asasi manusia Malawi Chris Pine Sibande memuji tindakan sang presiden. Meski demikian, Sibande menyebutkan tidak cukup hanya dengan menangkap Aniva.
"Praktik ini sudah sangat merajalela di beberapa bagian negara, upaya kita harus lebih keras untuk mengakhirinya," pungkasnya.
(mdk/ard)