Pemerintah India Akan Larang Perceraian Talak Tiga Bagi Muslim
Parlemen India telah menyetujui satu RUU pada Selasa, 30 Juli 2019 yang melarang seorang laki-laki muslim untuk menceraikan istrinya dengan mudah. Mengingat, selama ini India melegalkan perceraian antar-muslim hanya dengan talak tiga tanpa proses pengadilan.
Parlemen India telah menyetujui satu RUU pada Selasa, 30 Juli 2019 yang melarang seorang laki-laki muslim untuk menceraikan istrinya dengan mudah. Mengingat, selama ini India melegalkan perceraian antar-muslim hanya dengan talak tiga tanpa proses pengadilan.
Sebagian pihak menuduh langkah tersebut sebagai salah satu bentuk campur tangan pemerintah India dalam urusan perdata masyarakat. Dalam talak tiga itu, seorang pria dapat bercerai dengan istri hanya dengan mengucapkan kata "talak" sebanyak tiga kali di hadapan sang perempuan.
Setelah pemungutan suara majelis tinggi India pada Selasa, RUU tersebut telah disetujui. Saat ini, dokumen itu hanya membutuhkan tanda tangan presiden - yang dianggap formalitas - untuk menjadi hukum.
Dengan disetujuinya RUU ini, pemerintahan nasionalis Hindu yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi telah berusaha mengkriminalisasi proses talak tiga, dilansir dari Channel News Asia, Rabu (31/7).
Konsekuensinya, siapa pun warga negara yang bercerai hanya dengan mengucap talak tiga, akan dituntut secara hukum. Majelis rendah juga telah mendukung RUU tersebut pekan lalu. India adalah salah satu dari sedikit negara di mana praktik talak tiga sebelumnya adalah tindakan legal dalam hukum.
"Ini adalah hari bersejarah, ketidakadilan yang terjadi pada wanita Muslim (akan berakhir-red), parlemen India telah memberi mereka keadilan," kata Menteri Hukum, Ravi Shankar Prasad kepada wartawan di parlemen.
Beberapa kelompok Muslim India mengatakan talak tiga itu salah, tetapi percaya bahwa praktik ini harus ditinjau oleh para pemimpin masyarakat daripada pemerintah.
Asaduddin Owaisi, seorang anggota parlemen dari partai oposisi All India Majlis-e-Ittehadul Muslimeen, mengatakan BJP menargetkan kaum muslim sementara gagal mereformasi masyarakat Hindu. Para kritikus telah lama menuduh BJP sebagai bias terhadap muslim minoritas. BJP membantah tuduhan tersebut.
Reporter: Siti Khotimah
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Anies Bersepeda Peringati 150 Tahun Kelahiran Mahatma Gandhi
Tuding Politikus Lakukan Pemerkosaan, Gadis di India Ditabrak Truk
Nestapa Hiu Paus Mati Terdampar di Atas Tumpukan Sampah
Kisah Haru Antarumat Beragama Saling Melindungi di Tengah Konflik
Trump Sebut Modi Minta AS Jadi Penengah Konflik Kashmir, India Bantah
Dalam Sehari 32 orang Tewas Disambar Petir di India