Pemenang Nobel Perdamaian Asal Rusia Lelang Medalinya untuk Pengungsi Ukraina
Jurnalis Rusia, Dmitry Muratov, salah satu pemenang Nobel Perdamaian 2021 akan menyumbangkan medali Nobelnya untuk dilelang untuk penggalangan dana bagi pengungsi Ukraina.
Jurnalis Rusia, Dmitry Muratov, salah satu pemenang Nobel Perdamaian 2021 menyampaikan pada Selasa, dia akan menyumbangkan medali Nobelnya untuk dilelang untuk penggalangan dana bagi pengungsi Ukraina.
Harian Novaya Gazeta, di mana Muratov adalah kepala editornya, pada awal Maret mengatakan akan menghapus materi terkain tindakan militer Rusia di Ukraina dari situs webnya karena penyensoran, menanggapi ancaman dakwaan pidana terhadap jurnalis dan masyarakat yang tidak sejalan dengan pemerintah Rusia.
"Novaya Gazeta dan saya telah memutuskan untuk menyumbangkan Medali Penghargaan Nobel Perdamaian 2021 untuk Dana Pengungsi Ukraina," judul sebuah artikel yang diterbitkan atas nama Muratov.
"Telah ada lebih dari 10 juta pengungsi. Saya meminta rumah lelang untuk menanggapi dan melakukan pelelangan untuk penghargaan ternama dunia ini," lanjutnya, dikutip dari Reuters, Rabu (23/3).
Muratov dan Novaya Gazeta, koran pengkritik Kremlin, mengatakan lima hal perlu dilakukan segera: "Hentikan baku tembak, tukar tahanan, kembalikan jenazah korban tewas, siapkan koridor dan bantuan kemanusiaan, dan dukung pengungsi."
Muratov, yang memenangkan Nobel Perdamaian bersama jurnalis Filipinan Maria Ressa, mendedikasikan penghargaan Nobelnya kepada enam jurnalis Novaya Gazeta yang dibunuh karena pekerjaan mereka.
Baca juga:
"Jika Kalian Pikir Perang Hanya Tentang Ukraina, Kalian Salah Besar"
Hancur Lebur Mal Retroville di Kiev Akibat Gempuran Rusia
Volodymyr Zelenskiy Siap Berunding Soal Status Krimea dan Donbas dengan Putin
Media Rusia Sebut Situsnya Diretas Setelah Beritakan 9.861 Tentara Tewas di Ukraina
Tudingan Putin Penjahat Perang, Standar Ganda Amerika Serikat & Brutalnya Invasi Irak
Bagaimana Perang Rusia-Ukraina Bakal Berakhir?
Potret Prajurit Sukarela Wanita Estonia di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina
78 Pesawat Rusia Disita di Luar Negeri