Pemberontak Suriah serang istana Assad
Aksi itu merupakan serangan gabungan beberapa pasukan pemberontak.
Pemberontak Suriah mengatakan kemarin mereka telah menembakkan sejumlah mortir ke arah istana kepresidenan di Ibu Kota Damaskus, termasuk bandar udara Internasional Damaskus dan sejumlah gedung keamanan.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (19/3) serangan mortir itu menandai dua tahunnya konflik Suriah antara pemberontak dan rezim Basyar al-Assad.
Sebuah pernyataan di laman Facebook pihak oposisi menyatakan pasukan pemberontak telah menembakkan sejumlah bom mortir berkaliber 120 milimeter. Aksi itu merupakan serangan gabungan beberapa pasukan pemberontak.
"Operasi itu sebagai peringatan tahun kedua awal revolusi kami. Ini adalah revolusi kemerdekaan dan kehormatan melawan rezim kriminal Basyar al-Assad," bunyi pernyataan itu.
Kantor berita Reuters tak bisa mengonfirmasi pernyataan itu lantaran adanya larangan bagi jurnalis di Suriah.
Lembaga Pengamat Hak Asasi Suriah yang memiliki jaringan para pegiat di negeri itu mengatakan beberapa roket jatuh di wilayah dekat istana kepresidenan. Namun belum jelas apakah serangan itu mengenai dinding istana atau ada korban akibat aksi itu.
Kantor berita Suriah (SANA) mengatakan lima mortir jatuh di beberapa tempat berbeda di Damaskus, termasuk di Taman Tishreen, dekat istana kepresidenan. Tak ada korban dilaporkan dalam kejadian itu.
Para pegiat menyatakan pasukan Assad mengerahkan seluruh kekuatannya di Damaskus. mereka menutup jalan dan tak mengizinkan orang berjalan-jalan.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengadakan konferensi di Ibu Kota Istanbul, Turki. Mereka mendesak dibentuk pemerintahan sementara bagi seluruh wilayah Suriah.(mdk/fas)