Pelaku Teror Melbourne Tewas Ditembak Polisi, ISIS Klaim Bertanggung Jawab
Dia kehilangan nyawa dalam perjalanan ke rumah sakit.
Pelaku teror di Melbourne, Australia, yang membakar mobil dan menikam tiga orang, meninggal dunia setelah ditembak oleh polisi. Dia kehilangan nyawa dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Pelaku (31 tahun) ditembak setelah berhadapan dengan petugas kepolisian di lokasi kejadian. Dia dibawa ke rumah sakit tahanan dalam kondisi kritis," kata pihak berwenang, dikutip dari BBC, Sabtu (10/11).
Sejauh ini, pihak berwenang menyikapi insiden ini sebagai serangan terkait dengan teror. Polisi pun tidak melakukan pencarian terhadap pelaku lain karena meyakini ini sebagai serangan tunggal.
"Kami yakin tidak ada ancaman berkelanjutan sampai ke tahap ini, tetapi tentu saja kami memperlakukan serangan ini sebagai insiden terorisme," ungkap kepala polisi Victoria, Graham Ashton.
Ashton menuturkan bahwa pelaku berasal dari Somalia yang dikenal cukup baik oleh polisi lokal maupun intelijen federal.
Sementara itu, Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bahwa salah satu 'pejuang'nya ada di balik serangan itu, sebagaimana diberitakan kantor berita Amaq.
Sebelumnya diberitakan bahwa serangan tersebut terjadi kemarin sekitar pukul 16.20 waktu setempat. Polisi menemukan sebuah mobil yang terbakar dan seorang pria melakukan aksi penikaman terhadap warga. Kini para korban sudah dilarikan ke rumah sakit, di mana salah satunya berada dalam kondisi kritis.
Baca juga:
Tentara Suriah Bebaskan 19 Orang yang Ditawan ISIS Sejak Juli
200 Kuburan massal ditemukan di Irak, diyakini berisi jasad korban ISIS
Menhan: Dari 800 anggota ISIS Asia Tenggara, 700 dari Indonesia
Prabowo: Saya dari kecil dukung NKRI, tapi malah dituduh bela khilafah ISIS
Malaysia penjarakan WNI peternak bebek karena simpan foto ISIS di ponsel
Ulama Inggris pendukung ISIS dibebaskan dari penjara