Pelaku Penyerangan Rumah Rabi Yahudi di New York Mulai Diadili
Pelaku penyerangan rumah rabi Yahudi hadir di pengadilan New York dan mulai diadili pada Minggu. Pria tersebut didakwa dengan upaya pembunuhan setelah menusuk lima orang di rumah seorang rabi saat perayaan Hanukkah.
Pelaku penyerangan rumah rabi Yahudi hadir di pengadilan New York dan mulai diadili pada Minggu. Pria tersebut didakwa dengan upaya pembunuhan setelah menusuk lima orang di rumah seorang rabi saat perayaan Hanukkah.
Orang-orang yang merayakan Hanukkah itu melempar barang-barang ke arah tersangka untuk melindungi diri. Penyerangan itu adalah insiden terakhir yang menargetkan Yahudi.
Grafton Thomas (37), didakwa memasuki rumah di Monsey, Rockland County, saat berlangsung perayaan Hanukkah pada Sabtu malam, menusuk beberapa orang dengan parang sebelum melarikan diri. Media Amerika Serikat melaporkan, tersangka bersimbah darah saat petugas berwenang menangkapnya.
Thomas diperintahkan ditahan setelah muncul di Pengadilan Kota Ramapo, di mana ia membantah tuduhan tersebut. Demikian dilansir dari Gulf News, Selasa (31/12).
Serangan di rumah rabi Chaim Rottenberg dikecam. Kekerasan anti-Semit di AS dinilai meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Presiden Donald Trump di Twitter mengimbau rakyatnya bersatu melawan anti-Semitisme.
"Saya dan Melania berharap para korban segera sembuh dan pulih," kicau Trump.
The New York Times mengutip Taleea Collins, teman pelaku, dan pastornya Wendy Paige, mengatakan bahwa pelaku mengalami gangguan mental.
Belum ada informasi resmi yang dirilis terkait para korban. Media lokal mengatakan salah satu korban terluka parah.
Thomas dilaporkan ditangkap di dalam mobilnya sekitar 50 kilometer dari TKP, dua jam setelah melakukan aksinya.
"Orang-orang menjerit dan panik dan berteriak 'keluar keluar keluar'. Malam itu sangat kacau," kata Joseph Gluck (30) kepada wartawan, menceritakan insiden Sabtu malam tersebut.
"Saya melempar meja ke orang itu. Lalu dia mulai mengejar saya," lanjutnya.
Seorang Yahudi lainnya, Aron Kohn (65) mengatakan parang yang digunakan pelaku panjangnya seukuran sapu lidi. Kohn melempar kursi dan meja untuk menghalau pelaku.
"Saya melihatnya menusuk orang-orang. Dia melukai seorang pria. Tangannya penuh darah," ujarnya.
Tahun lalu, seorang supremasi kulit putih menembak mati 11 orang di sebuah sinagog di Pittsburgh, serangan paling mematikan terhadap komunitas Yahudi di AS.
(mdk/pan)