Pelaku penembakan massal SMA di Kanada masih 17 tahun
Motif penembakan yang menewaskan 4 orang dan melukai tujuh lainnya itu belum diketahui
Insiden penembakan massal terjadi di sekolah setara SMA, Kota La Loche, Provinsi Saskatchewan, Kanada. Penembakan menewaskan empat orang dan melukai tujuh orang lainnya kemarin itu dilakukan oleh pelaku yang masih 17 tahun. Polisi menyatakan tersangka sendirian menjalani aksinya.
Pelaku tiba-tiba saja menembaki para korban saat jam makan siang. Marie Janier (23) seorang guru, adalah korban tewas mula-mula di kantin sekolah, seperti dilaporkan Toronto Star, Minggu (24/1).
Polisi menyatakan tersangka menembak mati dua saudaranya di rumah, kemudian ke sekolah menenteng senjata. Sesuai Undang-Undang Pidana Kanada, identitas pelaku tidak boleh diungkap karena belum genap 18 tahun.
Aparat keamanan Kanada mengaku belum bisa menentukan motif serangan mematikan itu. Adapun La Loche merupakan kawasan konservasi etnis Indian Kanada. Lokasi kota ini cukup terpencil, dengan tingkat kemiskinan tinggi serta angka bunuh diri yang terus meningkat saban tahun.
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menyatakan insiden penembakan tersebut adalah serangan fatal di sekolah yang terparah satu dekade terakhir. Kanada jarang mengalami penembakan massal di fasilitas pendidikan, tak seperti di AS.
"Tentunya ini merupakan mimpi buruk bagi semua orang tua," kata Trudeau.
Serangan paling mematikan di sekolah Kanada misalnya penembakan di Politeknik Ecole Montreal pada 1989 yang menewaskan 14 mahasiswa, serta penembakan di Universitas Concordia di Montreal pada 1992 yang menewaskan 4 orang.
Baca juga:
Penembakan sekolah di Kanada, empat tewas
Penembakan di Kanada, tersangka seorang mualaf