Pelaku penembakan Charlie Hebdo: Kami siap mati syahid
Mereka menahan seorang sandera perempuan.
Polisi kini tengah bernegosiasi dengan kedua tersangka penembakan kantor tabloid satir Charlie Hebdo di Kota Dammartin-en-Goele, sekitar 40 kilometer sebelah timur laut Paris.
Dua pria bersenjata keturunan Aljazair itu dilaporkan berada di dalam gedung sebuah pabrik percetakan dan memiliki sandera. Dalam negosiasinya mereka mengatakan ingin mati syahid.
"Kami siap mati syahid," kata kedua kakak-adik, Said dan Cherif Kouachi kepada juru runding polisi, seperti yang dilansir koran the Daily Mail, Jumat (9/1).
Kedua tersangka berencana kabur usai melakukan penembakan di kantor tabloid Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang, termasuk dua polisi dan empat kartunis.
Sandera sejauh ini diketahui berjenis kelamin wanita.
Selain 80 ribu personel kepolisian, Prancis juga menurunkan lima helikopter, 20 mobil van untuk membantu penangkapan dua teroris tersebut.
Baca juga:
Polisi Prancis kepung dua tersangka penembakan Charlie Hebdo
Penyerang Charlie Hebdo diburu, WNI sebut suasana Paris tegang
Habis diserang, Charlie Hebdo bakal dicetak satu juta eksemplar
Dua tersangka penembakan Charlie Hebdo lari ke hutan
Ini karikatur sindir ekstremis Islam karya Tabloid Charlie Hebdo
Imbas Charlie Hebdo, salat Jumat di KBRI Paris ditiadakan