Pelaku bom bunuh diri di Somalia mantan anggota parlemen
Salah Badbado bergabung dengan militan Al Shabaab setelah pensiun dari politik
Salah Badbado merupakan salah seorang pelaku bom mobil di depan markas penjaga perdamaian PBB di Mogadishu, Somalia. Pria tersebut ternyata adalah mantan anggota parlemen Somalia pada 2004 hingga 2010.
Pria 53 tahun ini kemudian mendeklarasikan dirinya meninggalkan politik dan bergabung dengan afiliasi al-Qaidah di Somalia, Al-Shabaab.
"Salah Nuh Ismail atau yang dikenal dengan Salah Badbado merupakan pejuang yang berani. Dia berhasil menyerang basis militer Halane," seperti dikutip dari pernyataan grup tersebut dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (27/7).
"Dia merupakan mantan pembuat hukum namun dia telah bertobat dari kemurtadan, dan pada 2010 ketika dia mengumumkan diri lari dari orang-orang murtad, dia bersama kami," lanjut Al-Shabaab.
Serangan ini dikecam keras oleh Persatuan Afrika dan PBB. Meski demikian, mereka melaporkan tidak ada personel yang tewas akibat insiden tersebut.
Sementara itu, Al-Shabaab merilis sebuah pesan audio yang disampaikan oleh mantan anggota parlemen itu selang beberapa jam sebelum dia melakukan aksinya.
"Bunuh diri kali ini adalah untuk nama Allah dan aksi ini merupakan pekerjaan religius. Kamis memilih untuk menyenangkan Allah dan merugikan orang-orang kafir yang banyak merugikan bangsa muslim," sambung Badbado.
Identitas pengebom ini diketahui Rabu pagi waktu setempat. Petugas polisi Kapten Mohamed Hussein mengatakan, pelaku pertama mencoba menerobos masuk ke kantor petugas PBB.
"Namun penjaga menembak mobil tersebut dan meledak," ucap Hussein.
Insiden ledakan bom di Somalia terjadi kemarin dekat dengan Bandar Udara Internasional Mogadishu. Tujuh orang tewas dalam insiden tersebut.
Selang beberapa waktu setelah insiden terjadi, kelompok teror yang berafiliasi kepada Al-Qaedah, Al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas penyerangan ini.
(mdk/ard)