Pejuang ISIS unggah foto anaknya pegang AK-47 di media sosial
Anak kecil di foto itu diduga bernama Isa dan kemungkinan masih berusia tiga atau empat tahun.
Sebuah foto mengejutkan yang memperlihatkan seorang anak dari mantan mahasiswi London kini tinggal dengan suaminya, seorang jihadis dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), memegang sebuah senapan AK-47 dengan senyum di wajahnya telah beredar di dunia maya.
Foto itu diunggah di media sosial oleh pendukung jihad asal Inggris lainnya. Anak kecil di foto itu diduga bernama Isa dan kemungkinan masih berusia tiga atau empat tahun, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (21/7), mengutip laporan surat kabar the Sunday Times.
Menurut koran itu Isa memiliki seorang adik laki-laki biasa dipanggil oleh ibunya dengan sebutan "mujahid kecil".
Sang ibu, yang menyebut dirinya dengan nama Umm Isa (Ibu Isa), menempatkan foto anaknya itu sebagai gambar profil di akun Twitter miliknya bernama Muhajirah fi Sham atau imigran di Suriah.
Akun Twitter miliknya menunjukkan dia menikah dengan seorang jihadis asal Swedia bernama Abu Bakar. Nama sebenarnya dari anak mereka adalah Abdur Rahman.
Pasangan itu pernah muncul di sebuah klip stasiun televisi Channel 4 News pada tahun lalu, menurut the Sunday Times. Pada saat itu, Umm Isa mengidentifikasi dirinya sebagai Maryam (bahasa Arab untuk Maria).
Temannya mengidentifikasi Maryam sebagai seorang mualaf, yang kerap menghadiri sebuah masjid di selatan London, menurut surat kabar Inggris.
Di dalam klip itu, Maryam terlihat menembak menggunakan senapan AK-47 dan pistol di Suriah dengan memakai burqa.
Dia mengaku telah mempelajari media, psikologi dan sosiologi film di Inggris. Sementara suaminya bergabung dengan sebuah brigade terdiri atas sesama pejuang asing. Brigade itu kemudian bergabung dengan ISIS, seperti dikutip the Sunday Times.
Masih belum jelas apakah Isa lahir di Suriah atau telah melakukan perjalanan dengan dia di sana.
Koran the Sunday Times mengidentifikasi setidaknya lima wanita Inggris telah bergabung dengan kelompok militan ISIS, yang berhasil merebut sejumlah wilayah di Irak dan Suriah. Ini menjadi sebuah tanda yang menunjukkan meningkatnya jumlah perempuan Inggris bepergian untuk hidup di bawah "khalifah" Negara Islam, dulu ISIS.
Sebelumnya dilaporkan dua gadis kembar bernama Salma dan Zahra Halane, keduanya 16 tahun, dari Manchester, Inggris, rela meninggalkan pendidikan mereka untuk menuju ke Suriah.
Dikabarkan keduanya hidup bersama dengan wanita asal Inggris lainnya di Manbij, sebuah kota di sebelah utara Suriah, yang dikendalikan oleh ISIS. Ini menurut pesan ada di media sosial.
Ada banyak perempuan lainnya dari seluruh Eropa diyakini telah melakukan perjalanan ke Suriah dan meningkatkan jumlah anak-anak yang kini dibesarkan di sana.
Sebuah video diunggah oleh pendukung ISIS menampilkan seorang anak berambut pirang diduga berasal dari pasangan jihad asal Prancis.
(mdk/fas)