Pejabat China hari ini temui PM Inggris soal skandal pembunuhan
Pertemuan di kantor Cameron akan membahas perkembangan skandal politik terburuk China dalam dekade terakhir itu.
Skandal pembunuhan Neil Heywood yang berkewarganegaraan Inggris di China menjadi berita internasional. Sebagai upaya diplomatik meredam situasi, Beijing hari ini mengirim salah satu pejabat tingginya ke Inggris menemui Perdana Menteri David Cameron.
Sang perdana menteri dikabarkan telah memantau perkembangan kasus ini dan meminta keterangan dari otoritas terkait. Cameron dijadwalkan menerima Li Changchun yang menjabat Kepala Departemen Propaganda Pemerintah China di kantor perdana menteri di Downing Street, Ibu Kota London, pagi waktu setempat.
Keduanya akan membicarakan perkembangan kasus pembunuhan yang menjadi skandal politik terbesar China di zaman modern itu, seperti dilansir harian the Telegraph, Selasa (17/4).
Pengusaha bernama Heywood dibunuh perempuan bernama Gu Kailai. Wanita ini adalah istri Bo Xilai, pejabat yang digadang-gadang jadi pemimpin baru Negeri Tirai Bambu itu.
Gu meracuni minuman Heywood enam bulan lalu karena masalah bisnis. Motif pembunuhan ini adalah cekcok akibat bisnis transaksi keuangan. Rumor menyebut Heywood dan Gu merupakan pasangan selingkuh.
Saat pertama kali jenazah Heywood ditemukan di Hotel Nanshan Lijing Holiday, kota Chongqing, China, polisi setempat menyimpulkan dia terkena serangan jantung. Kasus ini terkuak lagi setelah kepolisian Inggris turun tangan dan menemukan racun dalam darah korban.
Skandal ini mencoreng reputasi Bo, sang suami, yang selama ini dikenal sebagai pejabat antikorupsi. anggota polit biro Partai Komunis China ini salah satu calon kuat penerus Perdana Menteri China Wen Jaiabao yang akan pensiun.
Situs-situs yang memberitakan kasus ini kabarnya tidak dapat diakses karena diblokir rezim komunis. Namun, sejak awal pekan lalu, pemerintah China mengakui ada skandal yang menjerat Bo dan mengumumkan pencopotan politikus senior itu dari keanggotaan polit biro.