Pejabat AS: Rusia Kehilangan Sekitar 7.000 Tentara di Ukraina
Militer Rusia juga telah kehilangan empat jenderalnya yang tewas dalam pertempuran di Ukraina.
Pejabat AS menyampaikan kepada The New York Times, militer Rusia kehilangan lebih dari 7.000 tentara dalam tiga pekan invasinya ke Ukraina.
Pejabat tersebut memperingatkan, jumlah tersebut tidak tepat, dan dikumpulkan melalui analisis berita media, data dari Ukraina, data dari Rusia, citra satelit, dan pengamatan gambar video tank dan tentara Rusia yang terbakar.
Dilansir Al Jazeera, Ukraina mengatakan 13.500 anggota militer Rusia terbunuh, sementara Rusia merilis angka kematian sebanyak 498.
Militer Rusia juga telah kehilangan empat jenderalnya yang tewas dalam pertempuran di Ukraina. Pengamat meyakini ada sekitar 20 jenderal Rusia yang memimpin operasi militer di Ukraina, artinya jika benar empat jenderal itu tewas artinya seperlima dari seluruh jenderal Rusia tewas di medan perang.
Dikutip dari The New York Times, kematian jenderal Rusia ini pertama kali disampaikan Ukraina, lalu dibenarkan pejabat NATO, dan satu kematian jenderal Rusia diakui Presiden Vladimir Putin dalam pidatonya. Para jenderal ini yaitu Mayjen Andrei Kolesnikov, komandan dari distrik militer Rusia timur; Mayjen Vitaly Gerasimov, wakil komandan pertama Tentara Gabungan 41; Mayjen Andrei Sukhovetsky, wakil komandan Tentara Gabungan 41; dan Mayjen Oleg Mityaev.
Baca juga:
Sudah 4 Jenderal Rusia Gugur di Medan Perang Ukraina, Siapa Saja Mereka?
Karyawan Televisi Pemerintah Rusia Ramai-Ramai Mengundurkan Diri
80.000 Lebih Warga Inggris Siap Tampung Pengungsi Ukraina
Elon Musk Tantang Putin Bertarung 'Satu Lawan Satu' untuk Ukraina
Mencermati Bagaimana Rusia Mengubah Taktik Perang di Ukraina, Serangan dari Tiga Arah
CEK FAKTA: Tidak Benar Video Ini Adalah Gedung Pertahanan Ukraina Diserang Rusia