Pegiat Kristen Mesir bikin tandingan Ikhwanul Muslimin
"Kami membentuk organisasi sektarian supaya politik berjalan berimbang."
Kelompok pegiat muda Kristen Koptik di Ibu Kota Kairo, Mesir, kemarin mendeklarasikan berdirinya organisasi persaudaraan serupa Ikhwanul Muslimin di kalangan muslim. Mereka menilai Negeri Piramida itu perlu tambahan organisasi sektarian supaya percaturan politik imbang.
Juru bicara kelompok Persaudaraan Kristen, Michel Fahmi, mengatakan mereka langsung membentuk kelompok ini setelah calon Ikhwanul Muslimin, Muhammad Mursi, terpilih menjadi presiden. "Jujur saja, setelah Mursi terpilih, siapapun pasti berpikir Mesir sedang menjadi negara lebih religius. Kami membentuk organisasi sektarian supaya politik berjalan berimbang," kata dia, seperti dilansir surat kabar al-Youm al-Sabea, Jumat (6/7).
Gagasan membentuk Persaudaraan Kristen sudah muncul sejak 2005 atas usulan pengacara dan pegiat kawakan Mamdouh Nakhla. Ide ini lantas dikembangkan oleh sayap pemuda gereja Koptik, Maspero, turut berperan besar menumbangkan rezim Presiden Husni Mubarak tahun lalu.
Amir Ayad, salah satu pendiri, menolak keberadaan organisasi ini hanya untuk menyaingi kalangan Islam. "Fokus utama organisasi kami membela kalangan minoritas Koptik yang mendapat diskriminasi di seluruh negeri," kata Ayad.
Meski baru berdiri, organisasi ini sudah memiliki cabang di pelbagai tempat. Persaudaran Kristen mengklaim mempunyai perwakilan di 16 provinsi Mesir, tiga di Eropa, dan satu di Australia.
Kemunculan organisasi Kristen ini disambut baik oleh kubu Salafi. Khaled Said, juru bicara kelompok Islam terkuat kedua di Mesir, ini mempersilakan penganut agama apapun berpolitik. "Asalkan anggota Persaudaraan Kristen tetap taat hukum dan mau bekerja sama mengembangkan Mesir jadi lebih baik," ujar dia.
(mdk/fas)