Pawai dan pertandingan basket jadi hadiah buat Kim Jong-un
Mantan bintang NBA Dennis Rodman akan menggelar pertandingan basket sebagai hadiah ulang tahun Kim Jong-un ke-30 tahun.
Ribuan warga Korea Utara berkumpul di alun-alun utama di Ibu Kota Pyongyang untuk mengadakan sebuah pawai massal sebagai bagian dari serangkaian perayaan untuk ulang tahun Kim Jong-un ke-30, jatuh pada hari ini.
Para pendukung membawa bendera merah dan spanduk sambil melantunkan slogan-slogan untuk mendukung pemimpin mereka itu, seperti dilansir surat kabar the Telegraph, Selasa (7/1).
Sementara perayaan lainnya untuk Kim Jong-un meliputi pertandingan basket yang diselenggarakan oleh mantan bintang NBA Dennis Rodman. Rodman tiba di Pyongyang dan membawa tim dari mantan pemain NBA untuk bermain dalam pertandingan itu.
Dennis Rodman mengatakan bahwa sebuah permainan yang akan ditampilkan dia dan para mantan pemain NBA lainnya di Korea Utara akan menjadi hadiah ulang tahun untuk salah satu penggemar mereka, yang tidak lain adalah Kim Jong-un, seperti dikutip koran the New Zealand Herald.
Tim Rodman itu, yang terdiri dari mantan pemain-pemain All Stars, seperti Kenny Anderson, Cliff Robinson dan Vin Baker, akan bermain melawan tim Korea Utara pada hari ini, yang diyakini untuk merayakan ulang tahun Kim. Para mantan pemain NBA, yang tiba di Pyongyang pada Senin kemarin, juga termasuk Eric Floyd, Doug Christie dan Charles D. Smith, yang bermain untuk klub New York Knicks. Empat pemain streetball juga akan ada di tim Rodman.
Rodman menyatakan dia senang berada di Korea Utara untuk menggelar permainan ini, meskipun dia mengatakan dirinya telah mendapat ancaman mati atas kunjungannya yang sudah berkali-kali. Dia mengatakan hasil dari permainan itu akan diamalkan untuk penderita tunarungu di Korea Utara.
"Marsekal benar-benar mencoba untuk mengubah negara ini dalam sebuah cara yang hebat," kata Rodman merujuk Kim, dengan menggunakan gelar resmi sang pemimpin itu.
"Saya pikir bahwa orang merasa bahwa ini adalah sebuah lelucon, dan Dennis Rodman melakukan ini karena ketenaran dan kekayaan," ujar dia. Sebaliknya, Rodman menjelaskan, dia melihat pertandingan itu sebagai sebuah hadiah ulang tahun untuk Kim dan negaranya.
"Hanya untuk sampai di sini saja, adalah perasaan mengagumkan. Saya ingin orang-orang ini menunjukkan kepada dunia dan berbicara tentang Korea Utara sebagai cahaya terang," ucap Rodman. "Saya berharap orang akan memiliki pandangan yang berbeda tentang Korea Utara."
"NBA tidak terlibat dengan perjalanan Rodman ke Korea Utara dan tidak akan berpartisipasi atau mendukung sebuah usaha tanpa persetujuan dari Kementerian Luar Negeri Amerika," ujar Komisioner NBA, David Stern, dua hari lalu. "Walaupun olahraga dalam banyak kasus dapat membantu menjembatani perbedaan budaya, tapu ini bukan satu di antaranya."
Pertandingan ini akan menjadi tonggak lain dalam hubungan mengejutkan Rodman dengan Kim Jong-un, yang jarang bertemu dengan orang asing.
Rodman mengunjungi Korea Utara untuk pertama kalinya pada Februari tahun lalu dengan Harlem Globetrotters untuk serial dari stasiun televisi HBO. Setelah menghabiskan waktu bersama-sama, Rodman menyebut Kim 'teman seumur hidup' dan kembali ke Korea Utara sebelum Natal untuk mengadakan audisi untuk membentuk tim basket Korea Utara, meskipun dia tidak bertemu dengan Kim saat itu.
Warga Amerika dianggap sebagai musuh di Korea Utara sejak kedua negara tidak pernah menandatangani perjanjian damai secara resmi mengakhiri Perang Korean tahun 1950-1953. Ribuan pasukan Amerika masih memiliki basis di Korea Selatan, dan Zona Demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan adalah salah satu perbatasan yang paling dibentengi di dunia.
(mdk/fas)