Paus Fransiskus kritik kebijakan Trump soal imigrasi
Paus Fransiskus mengkritik kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin memisahkan keluarga imigran di perbatasan Meksiko. Menurutnya, populisme bukanlah jawaban atas masalah imigrasi di dunia.
Paus Fransiskus mengkritik kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin memisahkan keluarga imigran di perbatasan Meksiko. Menurutnya, populisme bukanlah jawaban atas masalah imigrasi di dunia.
"Pemisahan anak-anak dari orangtua mereka bertentangan dengan nilai-nilai di agama Katolik dan tidak bermoral. Masalah imigrasi memang tidak mudah, tetapi populisme bukanlah solusi," katanya melalui sebuah wawancara, dikutip dari Reuters, Kamis (21/6).
Pernyataan Paus merujuk pada kebijakan imigrasi yang dibuat Trump tanpa mempertimbangkan rasa toleransi. Pihak berwenang AS diketahui berencana untuk menuntut semua imigran yang tertangkap menyebrangi perbatasan Meksiko secara ilegal.
Selain itu, para imigran dewasa yang tertangkap akan dijebloskan ke penjara sementara anak-anak mereka aku dikirim ke tempat penampungan milik pemerintah.
Kebijakan ini telah menimbulkan kecaman dari publik dan AS sendiri dikecam oleh pihak internasional, terutama saat video anak-anak yang ditahan di rumah berlantai beton sambil menyuarakan tangis itu merebak di dunia maya.
Selain Paus, para Uskup Katholik AS bergabung dengan pemimpin agama lain di negara tersebut ikut mengutuk kebijakan tersebut.
Baca juga:
Ini penampungan anak-anak imigran gelap Meksiko yang terpisah dari orang tua
Trump tak akan biarkan AS jadi 'kamp pendatang'
Aksi imigran gelap kucing-kucingan dengan polisi perbatasan AS
Cara polisi Prancis gusur ratusan imigran yang tinggal di kolong jembatan
Malaysia gagalkan penyelundupan 131 imigran Sri Lanka
Mengaku warga Rohingya, enam WN Bangladesh diselundupkan ke Indonesia
Punya KTP Indonesia, imigran gelap asal Nepal ditangkap saat buat paspor