Paus Fransiskus dituding sengaja sembunyikan kasus pelecehan seksual
Paus Fransiskus dituding sengaja sembunyikan kasus pelecehan seksual.
Mantan Duta Besar Vatikan untuk Amerika Serikat, Carlo Maria Vigano, menuding Paus Fransiskus dan pendahulunya Paus Benediktus XVI secara sadar menyembunyikan kasus pelecehan seksual yang melibatkan kardinal Amerika.
Mantan utusan Vatikan tersebut mengeluarkan surat setebal 11 halaman yang isinya cukup mengguncang dunia Katolik Roma. Dalam suratnya, Uskup Agung Vigano menyatakan Paus dan Benediktus mengetahui dan menoleransi kesalahan dilakukan oleh Kardinal Theodore McCarrick selama beberapa tahun lamanya.
"Para uskup dan imam menyalahgunakan otoritas mereka dan telah melakukan kejahatan yang menghebohkan hingga merugikan orang-orang yang setia kepadanya, anak di bawah umur, korban lain yang tak bersalah, dan para pemuda yang ingin menyerahkan kehidupan mereka pada gereja," tulis Vigano, dikutip dari LA Times, Selasa (28/8).
"Dan ironisnya, mereka diam dan tidak mencegah hal itu sehingga kejahatan semacam itu terus terjadi. Kini, kejahatan itu telah mencapai puncak hirarki gereja. Hati nurani menyatakan saya ingin mengungkapkan kebenaran itu," tambahnya.
Tuduhan Vigano merujuk kepada Uskup Agung McCarrick (88 tahun) yang dituding memiliki sejarah hubungan seksual dengan para seminaris laki-laki dan imam muda selama 50 tahun. Beberapa di antaranya setuju dengan hubungan itu, sementara beberapa lainnya dipaksa.
Selain itu, McCarrick juga dituding telah menyerang seorang bocah altar berusia 11 tahun secara seksual. Dia sendiri telah mengundurkan diri dari jabatannya setelah laporan-laporan tentang pelanggaran yang dilakukannya mulai merebak.
Tuduhan Vigano terhadap pemimpin tertinggi gereja, meski belum terbukti, telah meningkatkan popularitasnya di kalangan umat Katolik. Dia pun mencoba mendapatkan kembali kepercayaan dari 1,2 miliar umat Katolik di dunia.
Sebagaimana diketahui, Vigano (77 tahun) merupakan tokoh kontroversial di gereja yang juga merupakan kritikus dan musuh lama Paus. Dia pernah ditarik kembali dari Washington dua tahun lalu karena tuduhan terlibat dalam kebijakan politik AS terkait pernikahan sesama jenis, yang dibantahnya dengan keras.
Selain menuding Paus menyembunyikan skandal-skandal di gereja, Vigano juga menuduhnya dan beberapa uskup senior lain memiliki ideologi pro terhadap gay dan mentolerir imam yang homoseksual.
Terakhir dalam suratnya, Vigano mendesak agar Paus mengundurkan diri dari jabatannya karena dia terbukti merusak generasi seminaris dan imam-imam gereja.
Sementara itu, ditemui wartawan di Dublin, Paus enggan memberikan komentar panjang mengenai surat dikirim Vigano ke beberapa situs berita Katolik itu. Paus hanya menegaskan bahwa sebaiknya Vigano berkaca pada dirinya sendiri. Dia juga menyatakan orang-orang bisa menilai kebenaran dengan melihatnya tanpa perlu memberikan penjelasan panjang lebar.
Baca juga:
Paus Fransiskus dituntut mundur dalam kasus pelecehan seksual kardinal AS
Paus Fransiskus hapus hukuman mati
Paus Fransiskus kritik kebijakan Trump soal imigrasi
Paus Fransiskus komentar ketegangan Prancis dan Italia soal kebijakan imigran
Paus Fransiskus: Semoga pertemuan Trump dan Kim membawa kedamaian dunia
4 Tokoh dunia berbelasungkawa dan kutuk tragedi bom Surabaya