LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Patroli anti-Islam Inggris menghebohkan, sebut Muhammad nabi palsu

Provokasi di Kota Luton ini dilakukan oleh rombongan Jayda Fransen. Warga mendebat balik wanita itu

2016-01-31 16:10:00
Inggris
Advertisement

Kelompok sayap kanan di Inggris rutin melakukan patroli beberapa pekan terakhir meneror umat muslim. Mereka mencari perempuan berhijab atau lelaki muslim yang kebetulan memelihara jenggot di jalanan Kota Luton.

Pemimpin kelompok patroli itu adalah aktivis gereja setempat, Jayda Fransen. Perempuan ini akan mengajak umat muslim Inggris yang dia temui berdebat soal ajaran Nabi Muhammad. Tak sekadar mendebat, Fransen sering pula menghina ajaran Islam.

"Ingat, agama Islam ini didirkan oleh nabi palsu," kata Fransen seperti dilansir the Daily Mail, Minggu (31/1).

Advertisement

Aksi Fransen dan kelompoknya diunggah ke Youtube. Video penuh ujaran kebencian ini telah disaksikan lebih dari dua juta orang sepekan terakhir.

Salah satu korban teror Fransen adalah perempuan muslim yang keluar dari minimarket bersama dua anaknya. Ibu itu diserang secara verbal oleh rombongan 'Patroli Salib' ini kemudian diajak berdebat soal teologi.

Advertisement

Patroli anti-Islam di Inggris (c) 2016 Merdeka.com



Dia memaksa sang ibu menjelaskan alasannya memakai hijab. "Wanita muslim dipaksa memakai penutup kepala karena pria muslim tak bisa menahan libido," tuding Fransen.

Fransen diamankan oleh polisi setempat karena dianggap memicu provokasi dan kebencian rasial. Namun belum diketahui apakah wanita itu bersama rombongannya dikenai sanksi hukum.

Sebagian penduduk muslim dan warga Kota Luton lainnya gerah dengan aksi provokasi tersebut. Hassan Udin (34), penjaga toko kelontong, menantang Fransen untuk menjabarkan alasannya membenci Islam.

"Bagaimanapun, kami warga Inggris juga. Hak kita sama," kata Udin mendebat Fransen.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.