Pasukan Israel Bunuh Empat Anak-anak dalam Dua Pekan
Pasukan Israel membunuh empat anak-anak Palestina dengan tembakan peluru dalam dua pekan terakhir. Penembakan ini terjadi di wilayah Palestina yang diduduki Israel antara tanggal 25 Januari dan 8 Februari. Pembunuhan ini diungkapkan organisasi Defence for Children International – Palestine (DCIP), dilansir dari Middle
Pasukan Israel membunuh empat anak-anak Palestina dengan tembakan peluru dalam dua pekan terakhir. Penembakan ini terjadi di wilayah Palestina yang diduduki Israel antara tanggal 25 Januari dan 8 Februari. Pembunuhan ini diungkapkan organisasi Defence for Children International – Palestine (DCIP), dilansir dari Middle East Monitor, Jumat (15/2).
Anak-anak korban penembakan baru-baru ini yaitu Hamza Mohammad Rushdi Ishteiwi (17) dan Hassan Iyad Abdel Fattah Shalbi (13). Keduanya terbunuh pada Jumat lalu saat terjadi demonstrasi di Jalur Gaza.
"Keduanya terbunuh saat demonstrasi di wilayah pusat dan selatan Jalur Gaza," kata laporan tersebut.
Seorang petugas medis yang diwawancarai oleh DCIP mengungkapkan, “Hamza sedang duduk 200 meter (656 kaki) dari pagar perimeter sekitar jam lima sore saat dia ditembak dengan satu peluru fatal yang mengenai bagian kanan lehernya". Sedangkan Hassan ditembak di bagian dada.
Selain Hamza dan Hassan, di akhir Januari lalu, dua anak juga dibunuh pasukan Israel di Tepi Barat. Dua anak ini yaitu Samah Zuheer Ahmad Mubarak (16) dan Ayman Ahmad Othman Hamed (17).
Samah Zuheer ditembak di dekat pos pemeriksaan perbatasan di luar Yerusalem. Dia ditembak karena dituduh berupaya menikam tentara Israel pada 30 Januari lalu.
"Sedangkan Ayman Ahmad Othman Hamed ditembak di lehernya oleh pasukan Israel saat sedang piknik bersama teman-temannya di pusat kota Silwad, Tepi Barat pada 25 Januari," tulis DCIP dalam laporannya.
"Pada 2018, DCIP secara independen memverifikasi kematian 57 anak-anak Palestina di tangan pasukan Israel atau pemukim di wilayah pendudukan Palestina," lanjutnya.
Direktur Pertangungjawaban Program DCIP, Ayed Abu Eqtaish, menegaskan hukum internasional menjamin hak hidup bagi anak-anak.
"Bukti bahwa DCIP mengumpulkan 56 kematian anak-anak di tangan pasukan Israel tahun lalu menunjukkan bahwa dalam sebagian besar kasus, anak-anak tidak menimbulkan ancaman langsung pada saat mereka dibunuh," jelasnya.
Israel Siapkan Serangan Besar
Sementara itu, militer Israel juga dilaporkan tengah menyiapkan serangan besar-besaran di Jalur Gaza. Kepala Staf Angkatan Darat Israel Aviv Kochavi - yang dilantik bulan lalu - disebut telah memprioritaskan persiapan untuk kemungkinan perang Gaza.
"Kochavi telah menyetujui rencana operasi pertempuran dan membentuk unit administratif untuk menangani pembentukan daftar target potensial di Jalur Gaza," tulis surat kabar Israel, Haaretz, dilansir dari Middle East Monitor.
Haaretz mengatakan Kochavi juga baru-baru ini mengunjungi markas Komando Selatan dan bertemu para komandan tertinggi yang bertanggung jawab atas operasi di daerah itu.
"Juga memerintahkan anti-rudal Iron Dome untuk diawaki," tulisnya.
Laporan tersebut mengklaim persiapan tentara didasarkan pada "penilaian" oleh divisi penelitian intelijen militer Israel bahwa Hamas menginginkan konfrontasi militer "sebagai upaya mendapatkan perhatian internasional terkait kondisi kemanusiaan di Gaza".
Berdasarkan perkiraan intelijen Israel, Hamas kecewa dengan kebuntuan perundingan para mediator Mesir dan meyakini "hanya langkah ekstrem" yang dapat membuat perubahan di Jalur Gaza.
Artikel yang sama mencatat bahwa intelijen Israel meyakini pemberontakan Palestina di Tepi Barat yang diduduki juga berpotensi terjadi mengingat masa tugas pemerintahan Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas segera berakhir.
Baca juga:
Bertemu Mahmoud Abbas, Raja Salman Perkuat Kembali Dukungan untuk Palestina
Mantan Kepala Intelijen Arab Saudi Bongkar Hubungan Rahasia Saudi-Israel
Kondisi Rumah-rumah Warga Palestina yang Dihancurkan Pasukan Zionis
Penduduk Israel Serang Sekolah Palestina di Tepi Barat
Nestapa Bocah Palestina Penglihatannya Terenggut Serpihan Gas Air Mata Israel
Menlu Retno: Indonesia Akan Terus Bersama Palestina Sampai Merdeka