Pasukan Irak rebut benteng ISIS di Kota Hawija
Tentara Irak dibantu oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat menggempur Kota Hawija sejak akhir bulan lalu. Dengan demikian, maka kini ISIS tidak mempunyai basis pertahanan lagi di Irak. Unit-unit tempur mereka kini terpencar di wilayah yang berjauhan.
Pasukan pemerintah Irak menyatakan berhasil merebut wilayah Hawija dari tangan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Tempat itu adalah benteng pertahanan terakhir ISIS di Irak.
Dilansir dari laman AFP, Kamis (5/10), tentara Irak dibantu oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat menggempur Kota Hawija sejak akhir bulan lalu. ISIS menguasai kota itu sejak 2014. Dengan demikian, maka kini ISIS tidak mempunyai basis pertahanan lagi di Irak. Unit-unit tempur mereka kini terpencar di wilayah yang berjauhan.
"Semuanya mulai dari tentara, polisi, milisi berhasil membebaskan Kota Hawija dan terus bergerak maju," kata komandan operasi, Letjen. Abdel Amir Yarallah.
Kota Hawija berjarak sekitar 230 kilometer dari Ibu Kota Baghdad. Kini, pasukan Irak mulai mengarah ke lembah Sungai Al-Furat (Euphrat) yang masih dikuasai ISIS.
Diperkirakan 12,500 penduduk Kota Hawija sudah pergi sejak pasukan Irak memulai operasi merebut kembali kota itu, dan daerah sekitarnya. Namun, diperkirakan sekitar 78 ribu orang masih terjebak di dalam kota.
Tim relawan kemanusiaan sudah membangun pos pemeriksaan serta kamp pengungsian buat menampung penduduk terjebak di Kota Hawija.
Baca juga:
Tentara Irak tawan ribuan istri dan anak petempur ISIS terlantar
Terlunta-lunta karena jebakan suami
Gaya tentara cantik saat ikut referendum kemerdekaan Kurdi
'Pengantin' ISIS kabur, misi bom bunuh diri gagal
Bom mobil teror pasar sayur di Irak, 8 orang tewas
Irak rebut benteng masa Khalifah Ottoman dari tangan ISIS