Pasukan Filipina bekuk bendahara pengganti kelompok Maute di Marawi
Dengan penangkapan Monay diperkirakan semakin menyulitkan kelompok militan di Marawi.
Pasukan Filipina berhasil menangkap kerabat pimpinan kelompok bersenjata Maute menyerang Kota Marawi di Provinsi Lanao del Sur, Wilayah Otonomi Muslim Mindanao. Konon dia adalah tokoh kunci mengatur keuangan serta pasokan amunisi dan perbekalan bagi kumpulan bandit mendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Dilansir dari laman Reuters, Rabu (5/7), pasukan Filipina menyerbut sebuah desa tidak jauh dari Marawi dan menahan tiga orang. Dalam penggerebekan, mereka menyita sejumlah amunisi dan bahan-bahan buat membikin bom.
Menurut juru bicara militer Filipina, Brigjen Gilbert Gapay, salah satu orang ditangkap adalah Monaliza 'Monay' Romato. Dia adalah keponakan dari Ominta 'Farhana' Romato merupakan ibu dari pimpinan kelompok Maute, Abdullah dan Omarkhayam.
"Monay menggantikan bibinya sebagai pengatur keuangan dan logistik bagi kelompok militan," kata Gapay.
Farhana sudah terlebih dulu ditangkap di dekat Marawi. sedangkan ayah pimpinan Maute, Cayamora Maute, kini juga mendekam dalam tahanan setelah mobil ditumpanginya dicegat di pos pemeriksaan. Menurut Gapay, dengan ditangkapnya Monay diharapkan bakal memotong pasokan perbekalan bagi kelompok militan. Dia meyakini penangkapan itu juga mencegah kelompok bersenjata melancarkan serangan buat mengalihkan perhatian. Sekarang militer Filipina berusaha mengakhiri perlawanan kelompok pro ISIS sebelum tenggat pada 23 Juli.
Baca juga:
Duterte dianggap labil dan bikin konflik Marawi berkepanjangan
Maute bersaudara tawar tukar pastor yang disandera dengan kerabatnya
Pasukan Filipina sterilkan rumah-rumah penduduk Marawi
Filipina minta bantuan TNI tumpas militan ISIS di Marawi
Anggota DPR sebut UU tak mengatur TNI bertempur untuk Filipina
MILF terbitkan fatwa perangi ISIS