Pasca-dirudal AS, pangkalan udara Suriah beroperasi lagi
Pasca-dirudal AS, pangkalan udara Suriah beroperasi lagi. Usai diserang dengan senjata rudal Tomahawk oleh Amerika Serikat (AS), pangkalan udara Suriah kembali beroperasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Provinsi Homs, Talal Barazi.
Usai diserang dengan senjata rudal Tomahawk oleh Amerika Serikat (AS), pangkalan udara Suriah kembali beroperasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Provinsi Homs, Talal Barazi.
"Pangkalan udara sudah beroperasi kembali. Ini adalah tahap pertama," ungkap Barazi, seperti dilansir dari laman Reuters, Senin (10/4).
"Pesawat-pesawat telah diterbangkan dari sana," tambahnya.
Menurut keterangan salah satu tentara di sana, serangan tersebut menyebabkan kerusakan yang cukup parah di wilayah pangkalan udara militer.
Seperti diketahui, serangan yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan senjata kimia yang dituding dilakukan pemerintah Suriah hingga menewaskan puluhan orang di mana di antaranya adalah anak-anak.
Meski demikian, pemerintah Suriah membantah telah melakukan serangan dengan senjata kimia. Mereka menyatakan bahwa serangan senjata kimia itu dilakukan oleh pemberontak.
Baca juga:
Ini wanita tangguh di balik serangan rudal AS ke Suriah
Rusia ancam kerahkan kekuatan penuh jika AS berani serang Suriah
Dokter Swedia sebut video serangan gas kimia di Suriah palsu
Pro-kontra serangan rudal AS ke Suriah, di mana posisi Indonesia?
Amerika Serikat sebut gulingkan Assad jadi prioritas utama