Pasar pembantu ilegal marak di Saudi, TKI paling diburu
Sebulan dibayar Rp 32 juta, para TKI ilegal ini sebagian masuk menggunakan visa umroh
Penghentian pengiriman pembantu rumah tangga (PRT) dari Indonesia ke Arab Saudi di era Presiden Joko Widodo, rupanya menyuburkan praktik ilegal. Pasar gelap PRT marak jelang Ramadan di Negeri Petro Dollar itu, karena proses perizinan untuk memiliki pembantu lambat diproses oleh pemerintah setempat.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Minggu (28/6), majikan nakal menyewakan pembantu mereka ke orang lain dengan harga lebih mahal dari gaji yang selama ini ditanggung. Rata-rata, PRT gelap ini dibayar 9 ribu Riyal (setara Rp 32 juta) sebulan. Banyak keluarga butuh pembantu selama bulan suci, untuk memasak dan bersih-bersih rumah.
PRT gelap ini rata-rata disewakan oleh sang majikan asli dengan tarif per jam, antara 25 Riyal hingga 40 riyal. Dari pelbagai tenaga kerja asing, pembantu asal Indonesia yang jadi rebutan di pasar gelap tersebut karena kualitas pekerjaannya dianggap paling mumpuni.
"Permintaan untuk pembantu asal Indonesia sangat tinggi. Jika ada yang berani menyelundupkan TKI ilegal butuh dana hingga 35 ribu Riyal," kata salah satu sumber pemain di pasar PRT ilegal.
Setelah TKI, pembantu asal Filipina jadi rebutan. Ada rumah tangga yang berani membayar 25 ribu Riyal supaya memperoleh jasa PRT asing yang dikenal rajin itu.
Walau sejak 1 Agustus 2011 sampai sekarang berlaku moratorium pengiriman TKI, banyak penyalur diam-diam membuat kontrak pengiriman buruh migran kepada perusahaan di Saudi.
Februari lalu, Presiden Jokowi menerbitkan instruksi kepada Kementerian Tenaga Kerja agar tidak ada lagi pengiriman PRT dari Indonesia ke seluruh dunia, termasuk Saudi.
Keluarga di Saudi mengklaim sangat terpukul atas kebijakan tersebut. "Kami membutuhkan pembantu dari Indonesia. Sekarang kami harus menyewa per jam dari pasar ilegal," kata salah satu warga di Ibu Kota Riyadh.
Kini, dikabarkan TKI yang nekat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Saudi menggunakan visa umroh. Mereka itulah kemudian yang disalurkan pemain pasar gelap ke rumah tangga.
(mdk/ard)