Pasangan gay gembira video Hillary Clinton dukung sesama jenis
Video capres Partai Demokrat untuk pilpres 2016 itu menampilkan warga homoseksual AS yang akan menikah
Video Hillary Clinton menyatakan siap maju dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016 menghebohkan seluruh dunia. Baru dilansir melalui situs Youtube 13 jam lalu, 1,9 juta orang telah menyaksikan rekaman itu lewat akun resmi sang capres Partai Demokrat tersebut.
Angka ini belum termasuk siaran televisi, situs berita, maupun akun Youtube lain yang memajang salinan video berjudul 'Getting Started' itu. Di Twitter, tanda pagar #Hillary2016 dalam hitungan jam saja terpopuler sedunia.
Kantor Berita AFP menyoroti salah satu faktor yang membuat video ini sangat populer. Yakni terlibatnya pasangan homoseksual Jared Milrad dan Nate Johnson. Mereka tidak mengira ajakan untuk membuat video inspiratif ternyata menjadi materi kampanye Hillary.
Bukannya marah, mereka justru gembira karena sejak lama mengidolakan istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu.
"Kami gembira karena eksistensi kami telah diakui sejauh ini di masyarakat Amerika Serikat," kata Milrad yang bekerja sebagai pengacara.
Milrad dan pasangannya Johnson - keduanya berusia 31 tahun - sekarang sedang mempersiapkan pernikahan. Pada video yang bertema menghadapi perubahan hidup tersebut, Milrad bergandengan tangan dengan kekasihnya.
Pasangan homoseksual ini lantas mengundang Hillary ke pernikahan mereka dua bulan lagi. "Tapi kami belum dapat jawaban dari dia," kata Johnson.
Hillary sejak lama merupakan politikus dengan agenda progresif di Negeri Abang Sam. Tidak sekali dua kali dia secara terbuka mendukung agar kaum homoseksual, lesbian, ataupun transgender jangan sampai didiskriminasi. "Eksistensi homoseksual bukan budaya, ini adalah fakta alam yang harus diakui," kata wanita 64 tahun ini.
Dalam video Hillary, ada banyak sosok yang diceritakan sedang berusaha meraih masa depan lebih baik. Ada ibu rumah tangga dengan satu anak hendak pindah rumah, ada wanita yang bersiap pensiun, ada imigran asal Meksiko yang akan membuka bisnis restoran, hingga pasangan gay yang mempersiapkan pernikahan.
Di 30 detik akhir video, Hillary baru muncul. "Saya juga bersiap melakukan sesuatu. Saya akan maju sebagai calon presiden Amerika Serikat," tuturnya.
Tokoh-tokoh yang muncul di video itu mewakili calon pemilih Demokrat. Kelas menengah, anak muda, serta kelompok minoritas.
"Setiap hari warga Amerika memerlukan pemenang, dan saya siap menjadi pemenangnya."
Istri mantan Presiden Bill Clinton tersebut sebelumnya telah menjadi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan Senator AS untuk New York. Dia kerap memperjuangkan tunjangan perempuan pekerja, jaminan sosial, serta asuransi universal. Politikus kawakan ini dianggap para analis satu-satunya yang punya peluang menggantikan Presiden Barack Obama.
(mdk/ard)