LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pangeran Saudi desak pemerintah hapus larangan mengemudi bagi wanita

Pangeran Saudi desak pemerintah hapus larangan mengemudi bagi wanita. Menurut dia, sudah waktunya bagi perempuan untuk menyetir sendiri. Melarang seorang perempuan mengemudi kendaraan sekarang ini, kata dia, sama saja dengan melarang perempuan untuk mendapatkan hak pendidikan atau memiliki identitas pribadi.

2016-12-02 07:19:00
Arab Saudi
Advertisement

Putra Mahkota Arab Saudi, Alwaleed bin Talal, menyerukan kepada pemerintah untuk mengakhiri larangan mengemudi untuk perempuan. Alwaleed merupakan anggota keluarga kerajaan Saudi yang tidak memegang jabatan politik namun menduduki kursi di Kingdom Holding Co. Dia sudah lama menjadi advokat untuk hak-hak perempuan di kerajaan.

"Hentikan perdebatan. Sudah waktunya bagi perempuan untuk menyetir sendiri," kata Alwaleed dalam kicauan di akun media sosial Twitter, seperti dilansir dari laman the Guardian, Kamis (1/12).

Seperti diketahui, Arab Saudi merupakan satu-satunya negara yang tidak mengizinkan perempuan untuk mengemudi sendiri. Peraturan tersebut sudah berlaku sejak lama hingga sekarang.

Selain melalui akun media sosial Twitter, Alwaleed juga telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menguraikan alasan dia mendukung untuk mengakhiri larangan tersebut.

"Melarang seorang perempuan mengemudi kendaraan sekarang ini sama saja dengan melarang perempuan untuk mendapatkan hak pendidikan atau memiliki identitas pribadi," papar Alwaleed.

"Ini hanyalah sebuah aturan tidak adil yang dibuat oleh masyarakat tradisional, jauh dari apa yang diperbolehkan oleh agama," sambungnya.

Alwaleed juga merinci biaya yang harus dikeluarkan perempuan apabila bergantung kepada supir pribadi atau taksi. Bahkan, jika seorang suami bisa meluangkan waktu untuk mengantar istrinya maka produktivitas kerja jadi terganggu sebab sang suami harus meninggalkan pekerjaan untuk sementara.

"Perempuan menyetir itu sudah menjadi tuntutan sosial yang berdasar pada keadaan ekonomi saat ini," ujar putra mahkota yang menyandang gelar miliarder tersebut.

Baca juga:
Cekcok pakai kata kasar di WhatsApp, dua wanita Saudi dihukum cambuk
Wanita Saudi demo ingin lepas dari penindasan kaum pria
Wanita Saudi diceraikan suami karena mencium mesra seekor unta
Saudi kini denda Rp 18,4 juta bila pekerja wanita ogah berhijab
Berjuang 5 tahun, akhirnya wanita Saudi bisa ikut pemilu

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.