Palestina pesimis koalisi militer ala Saudi efektif melawan ISIS
Palestina menduga Arab Saudi punya agenda terselubung mengajak 34 muslim memerangi teroris di Suriah
Isu ajakan Kerajaan Arab Saudi pada 34 negara mayoritas muslim membentuk aliansi militer melawan kelompok teror ditanggapi pesimis Palestina. Negara yang dijajah Israel itu merasa koalisi negara Islam selama ini saja tak cukup kompak melawan Zionis.
"Saya tidak cukup paham dengan konsep itu, terlebih apakah dengan ikut beraliansi dapat memberikan hal positif bagi kami (Palestina)," kata Duta Besar Wakil Tetap Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, pada kuliah umum di Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Jakarta, Kamis (17/12).
Dalam bayangan Mansour, aliansi negara Islam versi Saudi ini tak jauh beda dari kedok Rusia memberantas kelompok ekstrem di Suriah, kendati sebetulnya sedang membantu Presiden Basyar al-Assad. Dubes Palestina curiga Saudi punya misi tertentu dengan politik Irak dan Suriah yang sedang kacau balau.
"Saya beri contoh misalnya Rusia, mereka berkomitmen tegas dalam pemberantasan ISIS di Suriah, namun nyatanya ada hal lain di balik itu," singgungnya.
Diketahui, Kerajaan Saudi mengumumkan berdirinya koalisi 34 negara-negara berpenduduk mayoritas muslim membentuk aliansi militer melawan terorisme dari kelompok ekstremis maupun Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Aliansi ini berbentuk operasi bersama yang nantinya bermarkas di Ibu Kota Riyadh. Bebera negara yang disebut bergabung di antaranya Indonesia, Pakistan, Bahrain, Bangladesh, Libanon, Libya, Malaysia, hingga Kuwait.
Menteri Pertahanan Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, dalam jumpa pers dua hari lalu mengklaim operasi militer siap dijalankan anggota koalisi tersebut. Sasaran serangan dalam jangka pendek adalah markas-markas ISIS. Pemerintah Indonesia, Pakistan, dan Malaysia sejauh ini masih mendalami konsep kerja sama yang disodorkan Saudi, sebelum memutuskan bergabung.
Baca juga:
Arab Saudi ajak Indonesia berantas teroris, bukan aliansi militer
Beberapa negara muslim kaget diklaim gabung koalisi militer Saudi
Menengok kilang di Suriah yang olah minyak mentah dari ISIS
Orang-orang ini berani kibuli ISIS, dapat uang banyak
Ngaku tak sengaja bersetubuh, jutawan Saudi bebas di kasus perkosaan
Indonesia belum berniat masuk koalisi militer perangi ISIS