LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Palangkaraya sementara jadi kota berpolusi udara terparah dunia

Indeks dunia sebut polusinya di atas kota-kota industri China atau malah Jakarta. Akibat asap kebakaran hutan

2015-09-19 14:03:00
Kabut Asap
Advertisement

Air Quality Index (AQI) melansir data termutakhir kualitas udara di seluruh kota dunia. Secara mengejutkan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, memperoleh skor 515, tingkatan sangat berbahaya bagi warga. Level polusi udara ini untuk sementara jauh meninggalkan kota-kota industri yang dikenal kotor belahan dunia lainnya.

Ambil contoh Shanghai, salah satu kota dengan polusi terparah di China, berada dalam skor 191. Sentra pabrik batu bara di Negeri Tirai Bambu, Laiwu, juga tingkat kekotoran udaranya cuma mencapai 205.

Dalam situasi normal, dua kota itu seharusnya lebih kotor dibanding Palangkaraya. Indeks polusi menyeramkan itu dipicu kebakaran hutan yang sampai sekarang coba dipadamkan pemerintah.

Advertisement

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Sabtu (19/9), di urutan kedua ada Pekanbaru, Riau, dengan skor 450. Penyebabnya juga serupa, kebakaran hutan akibat pembakaran lahan sawit oleh korporasi besar dan warga.

Ekspor asap Indonesia membuat indeks polusi di Singapura dan Malaysia turut terkerek. Tingkat polutan di Singapura mencapai 194.

Advertisement

Menariknya, sama-sama mengalami skala kebakaran hutan yang massif, tingkat polusi di sekitar California, AS, tak melebihi 180.

Dalam indeks kualitas udara ini, kota-kota besar dunia biasanya berada dalam level 51-100, artinya polusi ada tapi masih bisa ditoleransi. Contohnya Jakarta, skornya 71, jauh di bawah Palangkaraya dan Pekanbaru selama sepekan terakhir.

Sedangkan indeks 101-150 mulai berbahaya bagi sebagian penduduk. Di atas 200, udara bisa memicu gangguan kesehatan. Dan jika skornya tembus di atas 300 seperti yang dialami Riau dan kalimantan, artinya warga akan mengidap penyakit serius cepat atau lambat.

Dalam situs AQI, diprediksi 6.5 juta hingga 2050 nanti akan meninggal karena penyakit dipicu polusi udara. Diperkirakan mayoritas datang dari Asia yang menggenjot industrialisasi.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.