Pakar bahasa tubuh: Trump terlihat egois sedangkan Obama santun
Pakar bahasa tubuh: Trump terlihat egois sedangkan Obama santun. Keegoisan Trump terlihat saat dia tidak menggubris istrinya, sementara Melania malah dibantu dan disambut hangat Obama dan Michelle.
Wajah Hillary Clinton terlihat menakutkan saat menemani sang suami hadir di upacara pengambilan sumpah presiden Amerika Serikat. Tak hanya itu, pakar bahasa tubuh Patti Wood menyebutkan kalau selama upacara pelantikan, Donald Trump terlalu egois dengan tidak menghiraukan istrinya Melania.
"Dia (Clinton) terlihat sangat segar dengan energi penuh. Namun, di samping itu terlihat menakutkan juga," ujar Wood.
Diberitakan koran Daily Mail, Sabtu (21/1), sementara itu Wood menyebutkan Barack Obama memperlihatkan sikap santun. Obama dan Michelle yang juga sekali-sekali memperlihatkan kemesraan mereka, disebut sangat serasi.
"Hubungan keduanya sudah tidak bisa diragukan lagi. Kemesraan yang terlihat sangat nyata," kata Wood memuji hubungan keduanya.
Sikap santun Obama dipuji banyak pihak, terlebih saat dia membantu Melania saat tiba di Gedung Putih.
"Sangat menarik saat Trump keluar dari mobil dan naik tangga serta langsung menyalami Obama. Dia bahkan tidak membantu istrinya keluar dari mobil, menunggunya atau bahkan melihat istrinya," ujar Wood.
"Saat Melania keluar dari mobil dan menaiki tangga, yang membantunya malah Obama. Hal ini sekali lagi memperlihatkan kesantunan Obama," tambahnya.
Begitu pula dengan Michelle, dia juga menyambut hangat Trump dan Melania. Menurut Wood pasangan ini sepertinya paham kegugupan istri Trump itu makanya mereka membantunya dan menyambutnya dengan hangat.
"Mereka peduli dia (Melania) gugup dan karenanya mereka memberinya senyuman hangat serta membantu Melania. Ini merupakan momen yang indah. Kepedulian atas kehadirannya saat sang suami malah tidak mempedulikannya," pungkas Wood.
Donald Trump pada Jumat (20/1) pukul 11.00 waktu setempat resmi dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45. Dia menggantikan posisi Barack Obama yang sudah memimpin Negeri Adi Daya itu selama delapan tahun.
(mdk/che)