LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pakai bahan kimia, Polisi Prancis usir imigran terobos bawah laut

Minggu (2/8) malam, lebih dari 200 imigran ke Eurotunnel berusaha memasuki Inggris lalu memicu kerusuhan

2015-08-03 10:23:30
Imigran Gelap
Advertisement

Kerusuhan pecah di terowongan bawah laut Eurotunnel, di Kota Calais, Prancis, Minggu malam (2/8) waktu setempat. Ratusan imigran tanpa dokumen yang berusaha menyeberangi Selat Inggris itu, dihalau dengan semprotan bahan kimia.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Senin (3/8), diperkirakan lebih dari 200 orang bersama-sama berusaha menerobos terowongan. Selain memakai semprotan bahan kimia yang membuat mata pedih, Kepolisian Prancis menerjunkan unit sepeda motor menghalau para penerobos.

Aparat keamanan Prancis kewalahan, apalagi cuma ada segelintir tentara yang membantu puluhan polisi yang berjaga. Setelah beberapa jam rusuh, para imigran terpukul mundur ke zona bebas di pinggir pelabuhan Calais.

Advertisement

Di Calais, diperkirakan lebih dari 4 ribu imigran tanpa dokumen tinggal sementara. Mereka ingin menyeberang ke Inggris, karena aturan imigrasi Uni Eropa menyulitkan mereka mencari kerja. Selain itu, hidup di kawasan berbahasa Inggris dianggap para imigran lebih menguntungkan anak-anak mereka.

"Mereka mengaku tidak akan berhenti walau sementara ini berhasil dihalau. Mereka akan terus mencoba menerobos pagar dan masuk ke area terowongan bawah laut," kata kontributor Aljazeera, Charles Stratford.

Advertisement

Saban hari, 150 imigran baru tiba ke Prancis. Kebanyakan berasal dari negara-negara di Benua Afrika. Dari ribuan orang ingin mengadu nasib itu, cuma 700 imigran yang diberi suaka oleh Prancis tahun lalu.

Inggris telah menggelontorkan 12 juta Pound Sterling kepada Prancis agar membangun pengamanan terhadap imigran yang lebih ketat. Negeri Ratu Elizabeth yang kini dikuasai Partai Konservatif menolak kedatangan lebih banyak imigran.

Eurotunnel dekat penampungan para imigran dapat dilewati mobil serta jalur kereta api. Terowongan bawah laut itu cuma berjarak 33,7 kilometer dari Kota Dover, Inggris.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.