LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Pacman sampai Anggun rayu Jokowi batalkan eksekusi mati

Petinju maupun penyanyi berharap terpidana mati warga asing diampuni Jokowi. Terinspirasi kampanye Bali Nine

2015-04-28 06:16:00
Kontroversi Hukuman Mati
Advertisement

Aksi-aksi penolakan hukuman mati warga asing di Indonesia tidak hanya melibatkan masyarakat sipil. Tokoh terkenal, mulai dari penyanyi sampai petinju ikut berusaha menghalangi penegakan hukum tersebut, dengan mengirim permohonan langsung pada Presiden Jokowi.

Tren itu dimulai akibat ketetapan jadwal eksekusi mati duo Bali Nine asal Australia. Beberapa musisi digalang untuk terlibat membela Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang diklaim sudah bertobat.

Kini, ketika jadwal eksekusi mati jilid II sudah jelas - yakni Rabu (29/4) dini hari - kampanye penyelamatan serupa dipakai demi melindungi nyawa Mary Jane asal Fillipina, hingga Serge Atloui warga negara Prancis. Tidak hanya berkampanye, bahkan sebagian tokoh ini melakukan kontak pribadi melalui surat demi meluluhkan hati orang nomor satu di Indonesia.

Advertisement

Berikut beberapa figur terkenal dalam maupun luar negeri dalam gerakan penolakan hukuman mati terhadap warga asing yang akan ditembak mati di Lapas Nusa Kambangan, yang berhasil dirangkum merdeka.com:

Petinju Manny Pacquiao

Petinju juara dunia asal Filipina bersama Presiden Benigno Aquino III hari ini meminta Presiden Joko widodo mengampuni warga Filipina bernama Mary Jane Veloso dari hukuman mati.

Advertisement

Dalam pesannya yang disiarkan stasiun televisi GMA News, petinju yang akan menghadapi Floyd Mayweather Jr Sabtu mendatang itu memohon Jokowi memberi pengampunan bagi Mary Jane. Dia menyampaikan itu di pusat latihan tinju di Los Angeles.

"Yang Mulia Presiden Joko Widodo, Saya Manny Pacquiao. Atas nama saudara sebangsa, Mary Jane Veloso, dan seluruh rakyat Filipina, saya memohon dan mengetuk pintu hati Anda untuk memberi pengampunan dan menyelamatkan nyawanya dari eksekusi," ujar Pacquiao, seperti dilansir the Straits Times, Senin (27/4).

"Tuan Presiden, tanggal 2 Mei nanti saya akan bertanding di Las Vegas, Nevada, melawan Floyd Mayweather. Itu akan menjadi pertandingan tinju abad ini. Jika saya bisa menyelamatkan nyawa seseorang maka itu akan menjadi pendorong semangat dalam pertandingan. Saya mempersembahkan pertandingan ini bagi negara saya dan sleuruh warga Asia, termasuk Filipina dan Indonesia. Terima kasih," lanjut pria dijuluki Pacman itu.

Sebagai wakil di parlemen dari Provinsi Saragani, Pacquiaou juga meminta seluruh warga Filipina mendoakan Mary Jane

Komedian Russel Brand

Komedian Inggris, Russel Brand, melansir video diberi judul 'Apa Masalah Sebenarnya dari Narkoba?' di situs Youtube dua hari lalu sebagai wujud dukungan buat duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Dia mengatakan pemerintah Indonesia ingin mengorbankan dua penyelundup narkoba asal Australia itu supaya terlihat gagah di mata rakyatnya.

Lebih dari itu, Russel yang bertelanjang dada dalam videonya meminta fans klub sepakbola Liverpool F.C agar menolak sponsor perusahaan Indonesia. Diketahui, maskapai Garuda Indonesia kini menjadi salah satu sponsor yang muncul di seragam latihan klub berjuluk the Reds itu.

"Kalian harus menuntut penjelasan dari manajemen klub, apa hubungan antara Liverpool F.C dengan maskapai nasional Indonesia itu," kata Brand, seperti dilansir news.com.au

Brand adalah komedian satir yang sering mengolok-olok politikus di Negeri Ratu Elizabeth. Dia dikenal sebagai aktivis hak asasi dan sangat mendukung konsep keadilan sosial.

Komedian ini pun curiga Indonesia sebetulnya frustrasi lantaran tidak bisa mengatasi perdagangan narkoba. Karenanya, eksekusi mati terpidana yang sudah 10 tahun dipenjara akan mengesankan pemerintah serius bekerja.

"Tidak mengherankan bila presiden baru Indonesia ingin tampil sangar. Caranya dengan meningkatkan jumlah eksekusi mati," sindir Brand.

Gitaris Black Sabbath

Tony Iommi (67 tahun) asal Inggris, mengirim surat ke Presiden Joko Widodo.

Dia mendengar kalau Jokowi adalah seorang penggemar musik metal. Sebagai musisi, dia berharap RI-1 mempertimbangkan faktor kemanusiaan agar mengampuni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, keduanya warga Australia, yang hendak ditembak mati di Nusakambangan.

Dalam surat tertanggal 3 Maret 2015 itu, Iommi mengakui kejahatan keduanya karena hendak menyelundupkan narkoba sangat berat. Sebagai musisi metal dia mengakui dampak merusak dari obat-obatan terlarang tersebut.

"Sudah banyak bukti bahwa keduanya bertobat selama berada di lembaga pemasyarakatan Bali. Saya memohon pada anda, agar mengapresiasi pertobatan itu," tulis Iommi seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (4/3).

Sebagai gantinya, Iommi memohon Presiden Jokowi membiarkan mereka menjalani hukuman seumur hidup. Dia optimis, Andrew dan Myuran yang kini sudah bertobat dapat memberi sumbangsih besar kepada sesama narapidana.

"Semoga anda mempertimbangkan permohonan pribadi ini," ujarnya.

Vokalis Napalm Death

Ini adalah kampanye musisi pertama buat membujuk RI-1 membatalkan hukuman mati.

Salah satu band metal idola Presiden Joko Widodo, Napalm Death, diketahui ikut turun tangan dalam meminta Presiden Indonesia Joko Widodo dalam permohonan grasi dua terpidana mati 'Bali Nine', Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Awalnya, sang vokalis Napalm Death, Mark 'Barney' Greenway menulis surat untuk orang nomer satu Indonesia tersebut. Dalam pesan singkatnya Barney yang ditulis pada Maret 2015.

"Sebagai salah satu pengikut setia band kami, Napalm Death, Jokowi seharusnya setuju jika lirik dan musik kami adalah menantang kekerasan kerusakan di muka bumi ini, sekalipun itu datang dari badan tertentu atau perorangan. Kami percaya jika hal itu masih terjadi, niscaya keberadaan kita sebagai umat manusia tidak akan menuju kepada yang lebih baik,", seperti terlansir situs balance of truth, Maret 2015.

Anggun C. Sasmi

Penyanyi wanita internasional asal Indonesia Anggun Cipta Sasmi mengirim surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Surat tersebut dikirim terkait eksekusi hukuman mati terhadap Serge Atlaoui, warga negara Prancis terpidana mati kasus narkotika.

Surat tersebut ditulis Anggun lewat akun Facebook pribadinya. Penyanyi sekaligus pencipta lagu tersebut meminta kepada Jokowi untuk memberikan grasi terhadap pria yang ditangkap pada 11 November 2005 tersebut.

Serge Atlaoui terlibat dalam operasi pabrik ekstasi dan sabu-sabu di Cikande, Tangerang, dijatuhi hukuman mati atas perbuatannya. Serge pernah mengajukan PK yakni adanya kekhilafan hakim dan perbedaan putusan di dua pengadilan.

Berikut cuplikan surat terbuka Anggun C Sasmi kepada Presiden Jokowi:

"Sebagai orang Jawa dan orang Indonesia saya sangat bangga dengan budaya yang mengalir di darah saya dan saya merasa sangat beruntung bisa tinggal di negara yang sangat menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, sebagai wanita dan juga artis, ini adalah sumber inspirasi yang sangat berharga...

Hukuman mati bukanlah keadilan, apapun penyebabnya. Saya amat dan sangat yakin untuk ini. Hukum yang diberikan terhadap Bapak Serge Atlaoui membangunkan emosi yang sangat dalam di Eropa, terutama di Prancis. Saya termasuk orang yang merasakan ini karena banyaknya sisi-sisi keruh yang akhirnya terlihat lebih jelas di dalam kasus pengadilan Bapak Serge Atlaoui, keraguan yang membuat keputusan hukuman mati menjadi tidak dimengerti karena banyaknya ketidaktentuan dalam kasus beliau. Selain itu saya pribadi yakin bahwa Bapak Serge Atlaoui tulus dan jujur....

Di Eropa, Indonesia sekarang terkait oleh image negara yang membunuh. Hati saya berdebar lagi tapi kali ini karena kepedihan, saya tidak ingin wajah Indonesia tergores seperti ini dan dihakimi oleh dunia sedangkan Indonesia yang saya tahu dan impikan adalah negara yang toleran dan berikhwan.

Sekali lagi saya tidak mempertanyakan kedaulatan perhukuman di Indonesia untuk melawan Narkoba tetapi saya tidak bisa melihat seseorang yang mengaku tidak bersalah, akan dihukum mati, dan melihat kesedihan istri dan keluarganya."

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.