Organisasi mantan pemberontak Filipina ke Indonesia buat belajar proses perdamaian
Organisasi mantan pemberontak Filipina ke Indonesia buat belajar proses perdamaian. Organisasi yang sebelumnya adalah pemberontak di Filipina, Moro Islamic Liberal Front (MILF) di Filipina Selatan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kementerian Luar Negeri hari ini.
Organisasi yang sebelumnya adalah pemberontak di Filipina, Moro Islamic Liberal Front (MILF) di Filipina Selatan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kementerian Luar Negeri hari ini. Pertemuan ini membahas tentang beberapa kerja sama dalam bidang pendidikan dan belajar tentang proses perdamaian dari Indonesia.
MILF menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah Filipina pada 2014 silam.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan MILF berkunjung ke Indonesia untuk belajar proses perdamaian, yang pernah berhasil dilakukan di Aceh. Dalam pertemuan tersebut, menlu RI menyampaikan dukungan terhadap upaya-upaya yang saat ini dilakukan oleh Filipina Selatan yang ingin mencapai perdamaian.
"Dan kita memberikan dorongan, agar semua pihak termasuk MILF berkontribusi untuk membangun perdamaian dan terus menjaga perdamaian," kata Arrmanatha.
Arrmanatha menambahkan, selain pertemuan dengan Menlu RI, MILF juga akan melakukan pertemuan dengan Nadhlatul Ulama dan Muhammadiyah. Rencananya, delegasi MILF juga akan bertemu dengan wakil presiden Jusuf Kalla.
Sejak 1990, kata Arrmanatha, Indonesia sudah konsisten dengan beberapa wakil di Filipina Selatan. Menurutnya, sudah ada 84 personel keamanan yang dikirim ke Filipina Selatan, yaitu dari pasukan Garuda dan sipil.
Baca juga:
Filipina ingin klaim Sabah jadi negara bagian, ini tanggapan Malaysia
Penampakan supermoon di tengah erupsi Gunung Mayon
Hampir 3 pekan, jutaan ton abu Gunung Mayon hujani Manila
Warga Filipina nekat seberangi banjir lahar dingin Gunung Mayon
Pesona letusan Gunung Mayon di Filipina yang memikat wisatawan