Ongkos penahanan 200 pangeran Saudi di hotel Ritz Carlton capai Rp 719 miliar
Ongkos penahanan 200 pangeran Saudi di hotel Ritz Carlton capai Rp 719 miliar. Sudah 50 hari berlalu sejak pihak berwenang Arab Saudi menahan sejumlah pengusaha dan pangeran yang dilakukan sebagai wujud dari kampanye anti-korupsi digalangkan oleh Pangeran Muhammad bin Salman.
Sudah 50 hari berlalu sejak pihak berwenang Arab Saudi menahan sejumlah pengusaha dan pangeran yang dilakukan sebagai wujud dari kampanye anti-korupsi dilakukan Pangeran Muhammad bin Salman.
Berbeda dengan para tersangka korupsi di negara lain, pengusaha dan pangeran ini tidak ditahan di balik jeruji besi melainkan di Hotel Ritz-Carlton. Seluruh kamar Hotel mewah di Riyadh itu disewa untuk dijadikan 'penjara' bagi mereka.
Pada hari di mana Pangeran Muhammad menyerukan penahanan, pihak hotel langsung membatalkan pemesanan hotel tanpa peringatan dan meminta maaf kepada para tamu. Tidak hanya itu, para tamu yang sudah menginap pun langsung dievakuasi dari hotel. Oleh sebab itu, pihak berwenang berewajiban membayar lebih dari 492 pemesanan kamar, dengan tarif mencapai USD 494 atau Rp 6,7 juta per malam sampai USD 7.000 atau Rp 95 juta untuk kamar jenis Royal Suite.
Menurut situs pemesanan daring seperti Trivago, Booking, dan lain-lain, hotel ini dipesan selama sebulan hingga awal Desember. Namun, ketika The New Arab mencoba memesan kamar lewat situs ini, tertera bahwa kamar hotel baru tersedia pada 1 Maret 2018.
Dilansir dari laman Middle East Monitor, Rabu (20/12), biaya yang dikeluarkan otoritas Saudi adalah USD 800 atau Rp 10,8 juta per kamar tiap harinya. Jika dikalikan 487 kamar, maka sewa perhari menjadi USD 389.000 atau Rp 5,2 miliar. Jumlah itu masih ditambah dengan lima kamar suite dengan biaya USD 35.000 atau Rp 475,2 juta yang membuah jumlah dari pemesanan seluruh kamar hotel mencapai sekitar USD 425.000 atau Rp 5,7 miliar.
Berdasarkan kalkulasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa biaya akomodasi dari 4 November sampai 1 Maret yang dikeluarkan otoritas Saudi bisa mencapai USD 51 juta atau Rp 692,3 miliar. Jumlah itu belum termasuk biaya makan.
Jika ditambah biaya makan, maka otoritas Saudi harus mengeluarkan biaya USD 20.000 atau Rp 271,5 juta per hari untuk 200 tahanan yang jika dikali empat bulan maka jumlahnya mencapai USD 2,4 juta atau Rp 3,2 miliar. Dalam empat bulan, pemerintah harus mengeluarkan USD 53 juta atau Rp 719,4 miliar.
Jumlah fantastis tersebut menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan publik. Banyak yang menilai metode tersebut tidak pantas diterapkan dalam upaya pemberantasan korupsi, sebab pada akhirnya pemerintah harus membuang-buang uang.
Perlu dicatat bahwa hotel ini adalah salah satu hotel terbaik di kota Riyadh. Letaknya yang strategis dan berada di kawasan elit, menjadikan hotel ini sebagai salah satu hunian sementara paling favorit.
Baca juga:
Ini rudal Houthi yang ditembakkan ke Istana Raja Salman
PBB: Serangan koalisi Saudi renggut nyawa ratusan warga Yaman
Pemberontak Huthi kembali tembakkan rudal ke Arab Saudi
Akademisi Saudi desak masyarakat terima pengakuan Trump soal status Yerusalem
Saudi akan bolehkan wanita mengendarai motor dan truk