Obat Remdesivir Diklaim Sembuhkan Pasien Covid-19 Bila Diberikan Lebih Awal
Gilead Sciences Inc, produsen obat antivirus eksperimental remdesivir mengklaim obatnya dapat membantu menyembuhkan gejala pada pasien Covid-19 jika diberikan lebih awal dibanding dengan mereka yang diobati belakangan.
Gilead Sciences Inc, produsen obat antivirus eksperimental remdesivir mengklaim obatnya dapat membantu menyembuhkan gejala pada pasien Covid-19 jika diberikan lebih awal dibanding dengan mereka yang diobati belakangan.
Obat yang diawasi secara ketat tersebut memengaruhi pasar dalam beberapa pekan belakangan dan pada Rabu, saham Gilead pun ikut melonjak 9 persen.
Berdasarkan penelitian Gilead, 62 persen pasien yang diobati remdesivir lebih awal pulang dari rumah sakit, dibanding dengan 49 persen pasien yang diobati terlambat.
Ada 397 pasien yang sedang diuji, termasuk mengevaluasi keamanan dan keampuhan resep pengobatan dosis 5 hari dan dosis 10 hari remdesivir pada pasien rawat inap Covid-19 yang parah.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (30/4), perhatian terhadap obat remdesivir sangat tinggi sebab saat ini belum ada pengobatan yang disetujui atau vaksin pencegah Covid-19.
Keampuhan remdesivir ini tentu sangat diharapkan oleh dokter-dokter yang sedang merawat pasiennya yang membutuhkan obat apa saja untuk mencegah Covid-19 menyerang paru-paru dan dapat mematikan organ lain pada kasus yang sangat parah.
Perusahaan itu juga menyebutkan uji coba terpisah dari Institut Nasional Penyakit Menular dan Alergi Amerika berhasil memenuhi tujuan utama penelitian, namun Gilead belum mau memberikan data lebih lanjut.
WHO Berharap Khasiat Remdesivir Terbukti
Sementara itu, Pejabat senior Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu belum mau berkomentar secara spesifik tentang klaim keberhasilan remdesivir mengobati pasien Covid-19.
"Saya tidak ingin memberikan komentar spesifik mengenai itu, sebab saya belum membaca laporan itu secara rinci," kata Dr Mike Ryan, kepala program kedaruratan WHO, saat konferensi pers menanggapi pertanyaan tersebut seperti dikutip Reuters.
WHO selama ini biasa mengambil sejumlah laporan untuk menentukan kemanjuran sebuah obat.
"Jelas kami memiliki uji coba kontrol acak yang sedang berlangsung baik di Inggris maupun di Amerika Serikat, 'uji coba Solidaritas' dengan WHO. Remdesivir merupakan salah satu obat yang diobservasi di banyak percobaan itu. Jadi saya rasa lebih banyak data yang akan keluar," katanya.
Ryan menambahkan, obat ini bisa menjadi solusi di masa depan.
"Tetapi kami berharap obat ini dan obat lainnya terbukti membantu pengobatan Covid-19."