LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Obama: Kami ingin menumbangkan Assad

Ban Ki-moon menegaskan serbuan ke Suriah tanpa restu Dewan Keamanan tidak sah.

2013-09-04 09:27:02
Konflik Suriah
Advertisement

Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama kemarin berubah haluan. Dia tidak lagi merencanakan serbuan terbatas terhadap Suriah buat melumpuhkan kekuatan militer rezim Basyar al-Assad.

Dia berniat menumbangkan Assad dituding menewaskan lebih dari seribu penduduk dengan serangan gas sarin. "Kami memiliki strategi lebih luas untuk meningkatkan kapabilitas pemberontak agar Suriah bebas dari perang saudara, kematian, dan hal-hal lain mengerikan kami saksikan di lapangan," kata Obama seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (4/9).

Bekas pesaingnya pada pemilihan presiden, Senator John McCain menyambut gembira perubahan kebijakan itu. Dia berjanji berusaha keras agar Kongres pekan depan menyetujui rencana serangan ke Suriah.

Persoalannya adalah tidak ada koordinasi di kalangan pemberontak. Selain itu, ada banyak kepentingan kelompok bermain, termasuk Jabhah al-Nusra yang berafiliasi dengan jaringan Al-Qaidah. Mereka berambisi mendirikan negara Islam di Suriah.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon memperingatkan serbuan ke Suriah tanpa restu Dewan keamanan tidak sah. "Seperti saya katakan berulang kali, Dewan Keamanan bertanggung jawab atas perdamaian dan keamanan internasional," ujarnya.

Sejauh ini Obama mendapat sokongan dari Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Prancis Francois Hollande. Tapi keinginan Cameron bergabung bareng Amerika menyerang Suriah terganjal penolakan parlemen. Hollande menyatakan tidak akan terlibat jika Kongres Amerika menolak rencana itu.

Perang saudara di Suriah bulan ini telah berusia 2,5 tahun. Korban tewas sudah tembus seratus ribu orang dan ratusan ribu lainnya cedera. Sepertiga dari 21 juta penduduk Negeri Syam ini sudah menjadi pengungsi.

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.