Obama: Indonesia wakil Islam moderat, sekutu AS melawan terorisme
Obama menjelaskan alasannya aktif mendekati ASEAN untuk kerja sama bidang pertahanan dan kontraterorisme
Amerika Serikat menegaskan posisi sebagai mitra utama ASEAN dalam berbagai sektor. Salah satu fokus kerja sama dua kawasan adalah memerangi terorisme.
Dalam wawancara eksklusif dengan Channel News Asia yang dilansir Senin (22/2), Presiden Barack Hussein Obama, mengatakan fokus akhir pemerintahannya adalah memperkuat hubungan, khususnya, dengan negara-negara mayoritas muslim di Asia Tenggara. Negara seperti Indonesia dan Malaysia dianggap wakil Islam moderat yang sanggup menghambat pergerakan kelompok-kelompok ekstremis seperti Negara Islam Iran dan Suriah (ISIS).
"Suara mereka (ASEAN) sebagai Islam moderat, saya pikir merupakan pemikiran yang mutlak. Penting dalam negara kita untuk memenangkan pertempuran ideologi besar yang telah dipasang ISIS untuk merekrut orang-orang muda di negara-negara Islam," kata Obama.
Obama menegaskan jika AS tidak berperang dengan agama, tapi dengan kelompok kecil yang menggunakan agama untuk membenarkan kejahatan yang mengerikan. Hal itulah yang memperbesar Islamophobia di Negeri Paman Sam.
"Tidak ada keraguan bahwa konsekuensi dari propaganda ISIS, membuat Islamofobia tumbuh besar di Amerika Serikat. Tapi dengan menggandeng ASEAN, kami berharap bisa menunjukkan Islam tidak perlu dimusuhi."
Menurut dia, ketakutan yang membuat ISIS juga semakin besar di negaranya. Karena itu penting bagi rakyat AS menggali pengetahuan dari ASEAN. "Rasa takut adalah hal yang paling berbahaya. Ketika seorang menjadi takut, sering kali mereka membuat generalisasi," imbuhnya.
Pria yang pernah tinggal di Indonesia ini menambahkan, mayoritas orang Amerika sangat jelas pada keyakinan bahwa orang harus dinilai atas dasar tindakan, bukan keyakinan.
"Mereka (orang Amerika) percaya, Islam adalah agama yang damai, dan bahwa ada lebih dari satu miliar umat Islam hidup berdampingan dengan mereka," tuturnya.
Wawancara yang dilakukan disela-sela KTT AS-ASEAN ini, banyak membahas mengenai kerja sama dengan Asia Tenggara, salah satunya masalah terorisme. Presiden Joko Widodo sendiri ditunjuk langsung oleh Obama untuk menjadi pembicara pertama dalam sesi pembahasan terorisme.
Alasannya, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak berhasil mengalahkan rasa takut akibat terorisme. Buktinya adalah bersatunya warga, terutama lewat jejaring sosial, menyikapi aksi teroris pada pertengahan Januari lalu.
Baca juga:
AS membujuk ASEAN jadi sekutu dalam isu Laut China Selatan
Jokowi pastikan kunjungan ke AS tak terkait lobi TPP
Ini dia alasan Obama undang seluruh pemimpin ASEAN ke AS
Para pemimpin negara-negara ASEAN geruduk Amerika Serikat