Negara-negara ini pernah diterpa suhu panas, telan banyak korban
Suhu panas yang ekstrem pernah melanda beberapa negara. Akibatnya, puluhan hingga ribuan orang tewas akibat suhu panas ekstrem ini.
Gelombang panas pernah menyelimuti beberapa negara. Suhu panasnya melebihi suhu panas di Indonesia yang hanya sekitar 30 derajat celsius. Suhunya yang sangat tinggi, menyebabkan berbagai bencana, seperti kekeringan sampai kematian.
Korban dari cuaca panas ekstrem ini bukan hanya satu atau dua orang, tetapi mencapai puluhan dan ribuan orang. Berikut beberapa negara dengan suhu sangat panas yang memakan banyak korban:
Korban gelombang panas India capai 1.000 orang
Gelombang panas di India rupanya lebih parah dari yang pernah terjadi beberapa tahun lalu, tepatnya pada 2007. Saat itu, lebih dari 100 orang tewas akibat suhu udara yang mencapai 45 derajat celsius. Pada 29 Mei 2015, suhu rata-rata di banyak provinsi di India mencapai 47 derajat celcius. Total warga yang meregang nyawa akibat dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas lainnya nyaris mencapai 1.700 orang.
Pada 22 April 2016, panas di India semakin parah, hingga memakan korban sebanyak 1.826 jiwa. Menurut informasi dari Al Jazeera, korban tewas akibat tak tahan dengan hantaman cuaca panas termasuk mengalami dehidrasi sengatan terik matahari, terutama di bagian selatan Andhra Pradesh dan Telangana. Di dua negara bagian itu, setidaknya seratus orang tewas pada Kamis, 21 April 2016, dengan temperatur sekitar 43 celsius.
Panas di Kanada
Sebanyak 17 orang di Quebec, Kanada, dilaporkan tewas akibat gelombang panas yang melanda kota tersebut, 5 Juli 2018. Kebanyakan mereka yang tewas berusia 50 tahun dan hidup sendirian. Dr David Kaiser dari Departemen Kesehatan Masyarakat Montreal menjelaskan, 12 korban meninggal di Montreal. Sedangkan lima lainnya tewas di Townships Timur.
Pemerintah kini sedang melakukan upaya agar masalah cuaca panas ini bisa diatasi, salah satunya adalah dengan menyediakan 19 tempat pendingin di gedung pelayanan kesehatan dan sosial. Sementara itu, pemerintah mengimbau agar masyarakat setempat memiliki kepekaan terhadap tetangga atau anggota keluarga.
1.300 Orang tewas akibat panas di Pakistan
Gelombang panas menyelimuti Pakistan selama beberapa hari, mengakibatkan 1.300 orang tewas. Akibat banyak korban yang berjatuhan, kamar jenazah di rumah sakit di Rumah Sakit Karachi tak bisa menampung jenazah korban. Setelah delapan hari gelombang panas menyelimuti kota-kota di Pakistan, korban berjatuhan semakin banyak menjadi 900 jasad, 260 korban tak teridentifikasi. Di Provinsi Sindh dan Balochistan, suhu mencapai 40 derajat Celsius. Korban yang meninggal kebanyakan rentan dan lemah terhadap suhu yang sangat panas.
Gelombang panas kembali melanda Karachi pada 22 Mei 2018, yang mengakibatkan 60 orang meninggal dunia. Badan Meteorologi Pakistan memprediksi gelombang panas ini akan terus berlangsung setidaknya selama tiga hari ke depan. Suhu saat siang hari antara 40 sampai 43 derajat celcius.