NATO berencana serbu Suriah
NATO bakal membahas rencana intervensi militer itu setelah Suriah menembak jatuh jet tempur Turki.
Intervensi Militer ke Suriah akan selangkah lebih dekat setelah NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) berencana bertemu Turki di Ibu Kota Ankara. Hal ini terkait penembakan jet tempur F-4 dan hilangnya dua penerbang Turki.
Sesuai pasal 4 dalam perjanjian NATO, negara anggota berhak meminta bantuan jika keamanannya terancam, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Senin (25/6).
Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan awalnya pesawat sedang berlatih itu nyasar ke wilayah Suriah. "Namun setelah berada di wilayah udara internasional malah ditembak jatuh," ujarnya.
Namun, Suriah membantah tudingan itu. Mereka yakin pesawat itu masih berada di wilayah udara mereka.
Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan serangan itu menandakan kebrutalah Presiden Basyar al-Assad. "Tindakan rezim keterlaluan dan saya mengutuk keras," dia menegaskan. Sumber Whitehall yang tidak disebutkan namanya mengatakan pertemuan Turki dan NATO akan membahas intervensi militer ke Suriah.
Hague awal bulan ini sudah menyarankan Inggris mengirim pasukan ke Suriah karena dia mensinyalir terjadinya perang sipil seperti di Bosnia. Namun urung, setelah Rusia mengancam membantu pemerintahan Assad dengan mengirim kargo berisi senjata. (mdk/fas)