Nasrallah bela intervensi Hizbullah dalam konflik Suriah
"Masalah di Libanon bukan karena Hizbullah berperang ke Suriah, tetapi sebab kami datang terlambat," kata Nasrallah.
Pemimpin Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah kemarin menyerukan agar adanya dukungan domestik bagi para pejuangnya setelah setahun tumbuhnya kekerasan sekte di Libanon mengikuti intervensi dari kelompok militan Syiah itu dalam perang di Suriah.
"Beberapa orang di Libanon mengatakan perlawanan (dari Hizbullah) tidak ada hubungannya dengan Suriah," kata Nasrallah ditujukan kepada para pendukungnya melalui saluran televisi dari sebuah lokasi rahasia di Libanon Selatan, seperti dilansir situs asiaone.com, Ahad (30/3).
Dia membenarkan pengiriman pasukannya untuk berperang di Suriah dengan mengatakan bahwa kelompok pemberontak Sunni akan menghilangkan semua orang di Libanon jika pemberontak memenangkan perang di Suriah.
"Masalah di Libanon bukan karena Hizbullah berperang ke Suriah, tetapi sebab kami datang terlambat dalam melakukannya," ujar dia. "Perlawanan ini akan tetap kokoh, dengan kepala menggantung tinggi, melindungi rakyat dan bangsanya."
Didirikan hampir 30 tahun lalu untuk menghadapi pendudukan Israel di Libanon Selatan, Hizbullah pernah mendapat pujian dari Islam Sunni dan Syiah di seantero Timur Tengah. Tapi perjuangannya bersama rezim Presiden Basyar al-Assad dalam konflik Suriah telah kehilangan banyak dukungan domestik dan internasional.
Pejuang Hizbullah dari Syiah telah membantu membalikkan keadaan untuk Presiden Suriah Basyar al-Assad dalam perjuangan militer melawan pemberontak. Assad sekarang berhasil merebut banyak kota di Suriah bagian tengah di sekitar Ibu Kota Damaskus dan dekat perbatasan Suriah dengan Libanon.
Tapi konflik tiga tahun di Suriah telah mengobarkan ketegangan antara Sunni dan Syiah di negara tetangga Libanon dan di seluruh dunia Arab yang lebih luas. Pemberontak Suriah kebanyakan berasal dari Islam Sunni, sementara Assad berasal dari Alawit, sebuah cabang dari Syiah Islam.
Kelompok pemberontak Suriah dan pendukung pro-Libanon telah melakukan serangkaian bom bunuh diri di daerah dikendalikan Hizbullah di Ibu Kota Beirut dan di tempat lainnya, yang menyebabkan puluhan orang meninggal. Mereka telah berjanji untuk terus menyerang Hizbullah sampai kelompok itu menarik pasukannya dari Suriah.
Nasrallah mengatakan dia pertama kali mengirim puluhan pejuang Hizbullah ke Suriah untuk melindungi masjid milik Syiah dan untuk menghindari munculnya perselisihan sektarian lebih besar. Sejak itu, pejuang Hizbullah di Suriah telah meningkat secara signifikan, tetapi jumlah tepat mereka tidak diketahui.
Hizbullah dan Assad sama-sama mendapat perlindungan dari Iran, yang telah mendukung rezim pemerintah Suriah dalam menghadapi pemberontakan.
(mdk/fas)