Najib Razak minta menteri keuangan transparan soal proyek kereta cepat KL-Singapura
"Menteri keuangan terus mengabaikan permintaan beberapa pihak untuk mengungkapkan studi kelayakan dan dampak ekonomi atas proyek HSR. Demi kepentingan transparansi, laporan-laporan ini harus diungkapkan kepada publik untuk menentukan apakah kepentingan terbaik Malaysia dilayani dengan baik atau membatalkan proyek ini".
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak meminta Menteri Keuangan Lim Guan Eng, di bawah Pemerintah Mahathir Mohamad, untuk transparan dalam proyek kereta api berkecepatan tinggi (HSR) Kuala Lumpur - Singapura.
Najib mengingatkan soal utang negara, "Menteri keuangan mengklaim biaya proyek meningkat sebesar RM 110 miliar termasuk bunga," ujar Najib di akun Facebook-nya. dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu (3/6).
Dia sebelumnya mengatakan bahwa proyek itu menelan biaya sekitar RM 72 miliar, termasuk biaya pembebasan lahan, bukan RM 110 miliar.
"Angka-angka yang akurat juga harus diberikan agar tidak membingungkan atau menyesatkan orang-orang," kata Najib.
"Menteri keuangan terus mengabaikan permintaan beberapa pihak untuk mengungkapkan studi kelayakan dan dampak ekonomi atas proyek HSR. Demi kepentingan transparansi, laporan-laporan ini harus diungkapkan kepada publik untuk menentukan apakah kepentingan terbaik Malaysia dilayani dengan baik atau membatalkan proyek ini".
Pada akhir posting Facebooknya, Najib juga meminta pemerintah baru untuk fokus pada janji-janji mereka, bukan justru bermain politik.
"Pemilihan sudah berakhir. Anda telah menang dan kami telah kalah," katanya.
Ia juga menyinggung soal klaim Bank Dunia dan IMF (Dana Moneter Internasional) yang melaporkan bahwa pemerintahan Malaysia yang dipimpin Barisan Nasional (BN) akan mencapai status negara berpenghasilan tinggi dalam waktu tiga tahun.
"Pemerintah PH (Pakatan Harapan) harus memastikan tetap di jalur itu untuk memenuhi target ini," tambahnya.
Baca juga:
Komisi Anti-Korupsi Malaysia akan periksa Rosmah Mansor terkait skandal 1MDB
Menteri keuangan Malaysia sebut Najib harus bertangung jawab atas kasus korupsi 1MDB
Tjahjo terkejut Sandiaga berani bandingkan Jokowi dengan Najib Razak
Polisi temukan uang tunai senilai Rp 408 miliar dari tas Najib Razak yang disita
Komisi Anti-Korupsi kembali periksa mantan PM Malaysia Najib Razak