Myanmar minta Bangladesh hentikan pengiriman bantuan untuk Rohingya
Myanmar dan Bangladesh mendatangani kesepakatan warga Muslim repatriasi pada November tahun lalu. Kesepakatan itu tidak mengungkapkan tanggal berakhirnya proses pemulangan, namun media berspekulasi bahwa Bangladesh baru bisa menyelesaikan repatriasi Rohingya dalam satu tahun.
Pemerintah Myanmar meminta Bangladesh mengakhiri pengiriman bantuan kepada pengungsi Rohingya. Permintaan itu dikeluarkan di tengah rencana pemulangan kembali (repatriasi) pengungsi yang sudah menetap hampir satu tahun di kamp Bangladesh.
Surat kabar Matichon, dikutip dari Sputnik, Senin (13/8), otoritas Negara Bagian Rakhine mengungkapkan bahwa pemerintah akan segera mulai memulangkan para pengungsi dalam kelompok-kelompok besar.
Myanmar dan Bangladesh mendatangani kesepakatan warga Muslim repatriasi pada November tahun lalu. Kesepakatan itu tidak mengungkapkan tanggal berakhirnya proses pemulangan, namun media berspekulasi bahwa Bangladesh baru bisa menyelesaikan repatriasi Rohingya dalam satu tahun.
Pada 8 Agustus lalu, Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Program Pembangunan PBB (UNDP) mendesak agar Myanmar melakukan repatriasi dalam bentuk nyata dan terus memfasilitasi para pengungsi Rohingya yang pulang secara sukarela dana aman.
Sebagaimana diketahui, Rohingya merupakan warga etnis Muslim minoritas di Myanmar yang melarikan diri dari desa mereka di Negara Bagian Rakhine. Mereka kabur dari rumah-rumah untuk menghindari gelombang kekerasan dikerahkan oleh pasukan polisi dan militer Myanmar.
Sejak 25 Agustus 2017, para pengungsi Rohingya terus berdatangan ke Bangladesh, jumlahnya mencapai 705.000 . Namun sekitar 6.000 pengungsi lebih memilih tinggal di zona penyangga antara kedua negara.
Baca juga:
Mempertahankan tradisi di tanah pelarian
Kamp transit buat warga Rohingya di Myanmar sepi dari pengungsi
Tudingan-tudingan Prabowo yang bikin barisan Jokowi geram
Kisah pengungsi Rohingya bertahan hidup menjadi nelayan
Myanmar dan PBB sepakat lakukan repatriasi aman bagi warga Rohingya
Din Syamsuddin bertemu Aung San Suu Kyi minta etnis Rohingya diakui