Muncul Lagi Varian Baru Covid yang Diprediksi Bakal Menyebar Cepat Saat Musim Dingin
Varian-varian yang mematikan itu diyakini akan kembali meningkatkan angka penularan Covid-19 yang sempat melandai selama beberapa bulan.
"Rombongan" varian baru virus Covid-19 diyakini akan merebak beberapa bulan ke depan. Varian-varian yang mematikan itu diyakini akan kembali meningkatkan angka penularan Covid-19 yang sempat melandai selama beberapa bulan.
Di Amerika Serikat (AS), virus Covid-19 varian BQ.1, BQ.1.1, BF.7, BA.4.6, BA.2.75 dan BA.2.75.2 diyakini akan menyebar luas pada musim dingin nanti. Di tempat lain seperti Singapura, Inggris, dan negara-negara Eropa juga diyakini akan terkena gelombang Covid-19 varian lain, yaitu XBB.
Namun varian-varian itu diyakini tidak dapat menandingi kekebalan orang yang telah divaksin booster. Obat antivirus seperti paxlovid pun dipercaya dapat mengalahkan varian-varian itu. Tetapi varian-varian ini dapat menjadi masalah besar bagi orang yang memiliki kelemahan imun tubuh.
Varian-varian ini berasal dari varian Omicron. Berdasarkan temuan, varian-varian ini berhasil bermutasi sehingga terpisah dari virus induknya. Beberapa ahli yakin mutasi ini menandakan kalau virus itu memasuki fase evolusinya.
“Itu karena dengan evolusi konvergen, mungkin beberapa garis keturunan yang berbeda (virus) dapat secara independen memperoleh tingkat penularan yang sama melawan satu varian baru yang mengambil alih. Sekarang virus telah beradaptasi dengan baik pada penularan manusia, sebagian besar (virus) yang beredar memiliki kekuatan yang tinggi,” jelas rekan profesor epidemiologi Sekolah Kesehatan Publik Yale, dikutip dari CNN, Jumat (21/10).
Kekuatan virus yang lebih besar pun juga menyulitkan para peneliti. Varian-varian baru yang bermunculan itu bahkan membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kalang kabut.
“Jadi kita perlu bersiap untuk ini. Negara-negara perlu berada dalam posisi untuk melakukan pengawasan, untuk menangani peningkatan kasus dan mungkin menangani peningkatan dan rawat inap. Kami belum melihat perubahan dalam tingkat yang parah. Dan vaksin kita tetap efektif, tetapi kita harus tetap waspada,” jelas kepala teknis respons Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove.
Di AS sendiri penularan Covid-19 sekarang didominasi oleh sub-varian Omicron, yaitu BA.5. Bahkan varian itu bertanggung jawab atas 68 persen penularan yang terjadi di AS pekan lalu. Varian-varian lain juga masih menunjukkan kekuatan penularannya, seperti BQ.1 dan BQ.1.1.
Namun vaksinasi yang tetap digelar sepanjang tahun ini di AS diyakini dapat menangkal penyebaran varian-varian itu. Obat-obat antivirus seperti paxlovid, molnupiravir, dan remedsivir juga diyakini dapat membantu orang-orang yang terpapar.
Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan
Baca juga:
Menkes: Varian Covid-19 XBB Picu Kenaikan Kasus di Singapura Sudah Masuk RI
100 Juta Dosis Vaksin Covid di India Kedaluwarsa
Masyarakat China Geram Setelah Remaja 14 Tahun Meninggal di Pusat Karantina Covid
Pejabat di Sekeliling Donald Trump Sembunyikan Informasi Akurat Soal Covid-19
Ilmuwan AS Ciptakan Varian Virus Corona 80 Persen Lebih Mematikan