Mufti Agung Saudi sebut Tragedi Mina sudah takdir
"Anda tidak bersalah atas apa yang sudah terjadi," kata dia kepada Menteri Dalam Negeri Saudi Muhammad bin Nayef.
Mufti Agung Arab Saudi Sheikh Abdul Aziz al-Sheikh mengatakan Tragedi Mina yang menyebabkan 717 orang tewas dua hari lalu adalah di luar kekuasaan manusia.
"Anda tidak bersalah atas apa yang sudah terjadi," kata Sheikh kepada Menteri Dalam Negeri Saudi Muhammad bin Nayef dalam pertemuan mereka di Mina, seperti dilaporkan Saudi Press Agency dan dilansir koran the Straits Times, Sabtu (26/9).
"Untuk kejadian di luar kemampuan manusia, maka Anda tidak bersalah. Nasib dan takdir memang tidak bisa dielakkan," kata dia kepada Nayef.
Menteri Dalam Negeri Saudi kini memimpin komite yang bertugas menyelidiki peristiwa tragis saat melempar jumroh itu.
Pihak Saudi sebelumnya menyalahkan jemaah haji asal Afrika yang tidak mengindahkan aturan.
Kepala Komite Haji Pangeran Khaled al-Faisal menyatakan upaya pengamanan pihaknya mubazir karena beberapa jamaah tidak disiplin. Khususnya jamaah asal Afrika yang menyemut di jembatan, lalu berhenti mendadak, memicu jatuhnya beberapa orang. Peristiwa ini berujung pada kepanikan massal.
"Insiden ini karena beberapa jamaah kewarganegaraan Afrika," ujarnya saat diwawancarai Stasiun Televisi Al Arabiya, Kamis (24/9).
Menyusul tragedi itu Iran mengecam Arab Saudi setelah 43 jemaahnya ikut jadi korban tewas.
"Pemerintah Arab Saudi harus menerima tanggung jawab yang besar atas insiden ini," seperti dilaporkan media lokal, IRNA, yang dikutip France24, Jumat (25/9).
Baca juga:
Saudi mulai didesak libatkan negara lain atur penyelenggaraan haji
Turki bela Saudi soal Tragedi Mina
Insiden Mina terulang, PKB nilai Saudi kurang serius tangani haji
5 Jemaah asal Banjar meninggal, korban WNI tragedi Mina bertambah
Ini penjelasan Menag soal lambatnya data jemaah wafat tragedi Mina