Mitos-mitos gempa menurut kepercayaan kuno dari berbagai negara
Menurut cerita di masa lalu, konon ada beberapa mitos sebelum gempa terjadi. Mitos ini tak hanya tersebar di Indonesia, melainkan di beberapa negara di belahan dunia.
Lombok, Nusa Tenggara Barat diguncang gempa berkekuatan 6,4 SR dengan ratusan gempa susulan yang mengguncang wilayah tersebut. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, berdasarkan laporan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, tercatat 16 orang meninggal, 355 luka, 689 pendaki Rinjani belum dievakuasi.
Menurut cerita di masa lalu, konon ada beberapa mitos sebelum gempa terjadi. Mitos ini tak hanya tersebar di Indonesia, melainkan di beberapa negara di belahan dunia. Berikut mitos-mitos tersebut:
Lele raksasa di Namazu, Jepang
Bagi orang Jepang, gempa terjadi akibat gerakan kuat dari Namazu atau yang dikenal sebagai lele raksasa.
Lele raksasa itu disegel oleh Kashima (dewa perang) di lapisan lumpur di bawah permukaan tanah, tepatnya disebuah batu. Apabila segel Kashima melemah, Namazu akan berontak dan mengakibatkan gempa dahsyat.
Dosa manusia di Rumania
Di legenda bangsa Rumania, Bumi bersandar di atas beberapa pilar yang terbangun dari harapan, kepercayaan, dan amal manusia.
Saat ketiga amalan baik manusia itu semakin berkurang, secara otomatis pilar-pilar itu akan semakin lemah. Nah, apa bila ada pilar yang retak atau patah, terjadilah goncangan yang menyebabkan gempa di bumi.
Dewa Ruaumoko di Selandia Baru
Berdasarkan mitologi dari suku asli Selandia Baru, Maori, Bumi ini bernama Papatuanuku. Papatuanuku sendiri dikatakan sedang mengandung seorang dewa bernama 'Ru'.
Gempa akan terjadi saat bayi dewa Ru dalam kandungan Papatuanuku bergerak, seperti menendang-nendang.
Legenda babi rusa di Indonesia
Menurut cerita dari orang Sulawesi, Bumi ini berdiri di atas sebuah babi rusa raksasa. Gempa bumi akan terjadi saat si babi rusa merasa gatal di tubuhnya dan menggosokkannya ke pohon palm.
(mdk/did)