Minta maaf, Mark Zuckerberg siap bersaksi di Kongres soal pencurian data Facebook
Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, akhirnya angkat bicara soal skandal pembocoran data pribadi pengguna Facebook. Melalui sebuah wawancara, Zuckerberg meminta maaf atas segala kekacauan yang telah terjadi. Dia mengaku bersedia bersaksi di hadapan kongres terkait hal ini.
Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg, akhirnya angkat bicara soal skandal pembocoran data pribadi pengguna Facebook. Melalui sebuah wawancara, Zuckerberg meminta maaf atas segala kekacauan yang telah terjadi. Dia mengaku bersedia bersaksi di hadapan kongres terkait hal ini.
"Saya benar-benar menyesal ini terjadi dan saya akan senang muncul di hadapan Kongres jika hal itu adalah yang paling tepat untuk dilakukan," kata Zuckerberg, dikutip dari laman Independent, Kamis (22/3).
"Saya bersedia memberi semua informasi yang dibutuhkan Kongres agar pekerjaan mereka berjalan lancar dan kami juga akan mengirim orang yang paling tahu tentang informasi ini," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, kasus pencurian data ini melibatkan perusahaan konsultan Cambridge Analytica yang diduga menerima data pribadi pengguna Facebook dari seorang pembuat kuis bernama Aleksandr Kogan. Data tersebut kemudian disalahgunakan dan digunakan untuk menyukseskan kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump 2016 lalu.
Zuckerberg mengaku tahu bahwa pada 2015 lalu, Kogan memberikan data pengguna yang dia kumpulkan melalui program kuis di Facebook kepada Cambridge Analytica. Namun baik Kogan maupun perusahaan mengaku kepadanya bahwa mereka sudah menghapus informasi tersebut.
"Saya terbiasa, ketika ada orang-orang yang secara hukum menyatakan bahwa mereka akan melakukan sesuatu, maka mereka akan melakukannya. Tetapi saya pikir ini adalah sebuah kesalahan karena tidak meninjau kembali," paparnya.
"Kami seharusnya tidak mempercayai sertifikasi yang mereka berikan kepada kami dan kami tidak akan membuat kesalahan semacam itu lagi," lanjutnya.
Zuckerberg juga menambahkan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk tidak campur tangan dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada November atau pemilihan di India dan Brazil. Dia juga berupaya untuk menghentikan 'seseorang' yang berusaha ikut campur.
"Akan ada beberapa taktik baru yang kamu perlukan untuk memastikan bahwa kami benar-benar mengamati dan berada jauh di depan," imbuhnya.
Zuckerberg menjelaskan bahwa sejak 2014 lalu dia telah menerapkan perlindungan terhadap situsnya untuk mencegah aplikasi lain 'memanen' data pengguna menggunakan kuis-kuis seperti yang dibuat oleh Aleksandr Kogan. Untuk ke depannya, dia akan menerapkan langkah-langkah lebih ketat untuk membatasi pengumpulan data.
"Kami sedang melakukan serangkaian prosedur untuk membatasi jumlah akses yang akan dilalui pengembang. Kami juga akan meninjau ribuan aplikasi," katanya.
Baca juga:
3 Bahaya di Facebook yang sering dianggap remeh
Negara-negara ini pernah pakai jasa Cambridge Analytica, termasuk Indonesia
5 Fakta mengejutkan dari kebocoran data pengguna Facebook, termasuk rugi triliunan
Ini dia orang di balik kebocoran data puluhan juta pengguna Facebook
Menkominfo sebut akan surati Facebook terkait kebocoran data pengguna