Mimpi Trump kembalikan kedigdayaan militer AS jadi terkuat di dunia
Mimpi Trump kembalikan kedigdayaan militer AS jadi terkuat di dunia. Salah satu motto yang diingat banyak kalangan adalah 'make America great again' atau 'menjadikan Amerika perkasa kembali'. Rupanya bukan angan-angan belaka, kalangan militer pun mempersiapkan diri untuk jadi yang terkuat pasca-perang dingin.
Pemilihan Presiden Amerika Serikat telah berakhir dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden ke-45. Dalam beberapa hari lagi, Trump yang juga seorang raja properti dunia ini akan menempati posisi barunya pada 20 Januari mendatang.
Salah satu motto yang diingat banyak kalangan adalah 'make America great again' atau 'menjadikan Amerika perkasa kembali'. Terkesan terlalu muluk-muluk, namun kata-kata itu menyihir sebagian besar publik AS hingga membuatnya lebih dipilih dibandingkan dari kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton.
Umbaran janji yang selalu dikatakan Trump adalah menguatkan kembali militer AS menjadi yang terkuat di dunia. Apalagi, seperti halnya Obama, dia juga khawatir terhadap perkembangan pesat militer China yang kini menguasai sebagian besar Laut China Selatan.
Selama musim kampanye itu pula, dia mengaku akan mengucurkan dana dari USD 500 miliar menjadi USD 1 triliun hanya untuk militer. Tak main-main, dia juga ingin menambah kekuatan tentara AS agar tidak bisa ditandingi negara-negara lain di dunia, termasuk Rusia sekalipun.
Dengan dana sebesar itu, Trump menargetkan jumlah personel militer aktif mencapai 540 ribu prajurit, Korps Marinir menjadi 36 batalyon infantri dari sebelumnya 32 batalyon infantri. Trump juga merencanakan AL AS memiliki 350 kapal permukaan dan kapal selam, serta AU AS dengan 1.200 jet tempurnya.
Rupanya, janji tersebut direspons langsung oleh Angkatan Laut AS atau US Navy. Bahkan, mereka berniat memperkuat armada lautnya dengan memesan ratusan kapal baru, bahkan lebih lima unit dari target yang dikemukakan Trump hingga tahun anggaran 2030.
355 Kapal perang baru tersebut telah diajukan bulan lalu, jumlah itu bakal lebih besar dari janji kampanye Trump. Diyakini bagian dari kampanye militer AS untuk mengatasi gangguan dari Rusia dan China.
Dikutip dari Dailymail.co.uk, Senin (9/1), pembangunan ini diyakini membutuhkan dana sebesar USD 5 miliar hingga USD 5,5 miliar, yang diambil dari dana tahunan AL.
AL AS meminta pengadaan 47 kapal, termasuk kapal induk yang dibangun di Virginia. 16 Kapal permukaan besar di Maine dan Mississippi, serta 18 kapal selam tempur di Connecticut, Rhode Island dan Virginia. Itu belum termasuk kapal amfibi tempur, dermaga transfer ekspedisi dan kapal pendukung.
Armada kapal terbesar ini disebut sangat baik untuk keamanan nasional AS, dan baik untuk pelaut maupun kapal perang. Para pelaut akan menikmati masa penugasan terpendek dibanding sebelumnya, dan kapal bisa menjalani perawatan lebih lama.
"Rusia dan China juga sedang bekerja untuk membangun angkatan laut mereka. Kompleksitas tidak akan didapatkan dengan mudah. Angkatan Laut, lebih dari satu penugasan, itu membutuhkan kehadiran kami ke depan," ujar Presiden Badan Galangan Kapal Amerika, Matthew Paxton.
Pentagon sendiri dilaporkan telah mengajukan permohonan anggaran untuk tahun fiskal 2017 sebesar USD 583 miliar. Angka itu untuk membiayai 460 ribu prajurit aktif, 24 batalyon infantri, 287 kapal perang dan sekitar 1.170 pesawat tempur. Angka itu belum termasuk pasukan tambahan dan peralatan bagi Pasukan Penjaga dan Cadangan.
Menurut William Hartung, veteran sekaligus analis dari Center for International Policy, menyebut anggaran itu bisa memenuhi besar anggaran yang sempat mengalami pemotongan di era pemerintahan Obama.
"Apa yang kita tahu Trump telah memiliki gambaran proposal pertahanan dari Panel Pertahanan Nasional dan Heritage Foundation. Kedua organisasi ini memiliki keinginan untuk mengembalikan anggaran ke tingkat yang pernah diajukan pada TA 2012. Tanpa detail dari kampanye Trump, saya pikir ini adalah perkiraan kasarnya baik untuk tujuan Trump dalam hal anggaran pertahanan. Permintaan TA sekitar USD 800-900 miliar lebih tinggi dari sepuluh tahun permintaan anggaran Presiden terbaru ini," ucap Hartung, seperti dilansir forbes.com, Senin (14/11).
Sementara, Direktur Eksekutif Hampton Roads Military dan Federal Facilities Alliance Craig Quigley mengaku senang jika memiliki Presiden yang berkomitmen penuh untuk meningkatkan anggaran pertahanan dibanding memotongnya.
"Saya optimis tapi juga realistik, jadi saya rasa saya berkata saya optimis tetapi berhati-hati. Anda butuh dukungan penuh dari Kongres," ucap Quigley, pensiunan berpangkat terakhir Laksamana Muda, seperti dilansir pilotonline.com.
Baca juga:
Kapal perang AS 'hadiahi' tiga tembakan ke kapal militer Iran
Tanggapi serius, AS bakal tembak jatuh setiap misil dari Korea Utara
Gara-gara unggah foto di Instagram, perampok bank ditangkap
Adang Rusia & China, AS berencana bangun 355 kapal perang baru
Gara-gara curi remote TV, pria AS dibui 22 tahun