Militer Rusia Blokir Akses Negara Barat Menuju Kiev Ukraina
Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah merebut bandar udara Hostomel yang strategis di luar ibu kota Ukraina, Kiev. Militer Rusia juga telah mendaratkan pasukan terjun payung di daerah tersebut.
Serangan militer Rusia ke Ukraina belum berhenti. Kali ini, militer Rusia memblokir akses ke Kiev dari barat. Manuver ini untuk memutus bantuan dari negara barat terhadap Ukraina.
Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, terus menelepon sejumlah kepala negara barat. Dia meminta negara barat memberikan sanksi yang lebih keras lagi kepada Rusia usai serangan brutal tersebut. Presiden juga meminta dukungan pertahanan kepada para sahabat.
Laporan koresponden Reuters dikutip Jumat, (25/2), Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah merebut bandar udara Hostomel yang strategis di luar ibu kota Ukraina, Kiev. Militer Rusia juga telah mendaratkan pasukan terjun payung di daerah tersebut.
Bandara tersebut memiliki landasan panjang yang memungkinkan pendaratan pesawat angkut berat, berarti Rusia dapat mengangkut pasukan langsung ke pinggiran Kiev. Hostomel hanya berjarak 7 kilometer (4 mil) barat laut kota.
Diketahui, militer Rusia hendak merangsek masuk ke pusat kota Kiev, ibu kota Ukraina. Perang telah terjadi di pinggiran kota. Rusia belum berhasil membawa pasukannya masuk pusat kota Ukraina.
lapor AFP dari lapangan, ledakan dan tembakan terdengar di distrik utara Kiev, saat pasukan Rusia menyerbu mendekat, dikutip dari The Guardian, Jumat (25/2).
Para warga sipil berlarian untuk menyelamatkan diri. Suara tembakan senjata ringan dan ledakan tak hentinya terdengar di daerah Obolonsky. Bahkan ledakan yang lebih besar bisa terdengar sampai ke pusat kota.
Pasukan Rusia pertama kali tiba di pinggiran Kiev pada hari Kamis, ketika pasukan yang diangkut dengan helikopter menyerang sebuah lapangan terbang di luar kota, dekat dengan Obolonsky.
Melalui Laman resmi Facebook Kementerian Pertahanan Ukraina, mereka mendesak warga sipil untuk melawan para pasukan Rusia yang mendekat.
“Kami mendesak warga untuk memberi tahu kami tentang pergerakan pasukan, membuat bom molotov, dan menetralisir musuh,” tulis pesan tersebut.
Sejumlah cara dilakukan militer Rusia untuk masuk ke wilayah pertahanan Ukraina. Salah satunya dengan menyamar menjadi tentara Ukraina.
(mdk/ray)