Militer Libya desak pengungsi Darna kembali ke rumah mereka
Militer telah mengepung Darna sejak 2015, dan menuntut kelompok bersenjata Dewan Shura Mujahideen Darna agar pergi. Militer menuduh kelompok tersebut setia kepada Al-Qaida.
Militer yang berpusat di Libya pada Ahad (10/6) mendesak orang yang kehilangan tempat tinggal dari Kota Darna, Libya Timur, agar pulang setelah rumah mereka diamankan.
"Komandan Kamar Operasi Angkatan Darat, Jenderal Abdussalam Al-Hassi, menyeru semua warga Darna yang kehilangan tempat tinggal selama operasi militer agar pulang ke rumah mereka setelah diamankan oleh Angkatan Bersenjata," kata Juru Bicara Angkatan Darat Ahmad Mismari, dikutip dari Antara.
Militer tersebut, yang dipimpin oleh Jenderal Khalifa Haftar melancarkan operasi militer untuk merebut Darna dari gerilyawan yang menguasai kota pantai itu.
Militer telah mengepung Darna sejak 2015, dan menuntut kelompok bersenjata Dewan Shura Mujahideen Darna agar pergi. Militer menuduh kelompok tersebut setia kepada Al-Qaida.
Bulan Sabit Merah Libya pada Jumat (8/6) mengatakan mengatakan organisasi bantuan itu telah mengungsikan lebih dari 320 keluarga dari lokasi bentrokan di Darna.
Baca juga:
Parlemen Libya Timur dukung pemerintah sementara setelah konferensi Paris
Serangan bom bunuh diri di kantor KPU Libya, 11 orang tewas
Angkatan Laut Libya temukan 11 mayat tanpa identitas di perairan terbuka
Kesaksian WNI saat disandera kelompok militan di Libya
Faktor politik-ekonomi jadi alasan kelompok militan sandera WNI di Libya
Ini cara Indonesia melobi kelompok militan agar bebaskan ABK WNI